SUBULUSSALAM – Seminggu pascalebaran Idulfitri 1438 H/2017 M, daya beli emas di wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya menurun drastis dibandingkan saat menjelang hari raya meningkat seratus persen. 

“Sepi sekali, jauh beda saat menjelang lebaran kemarin,” kata Feri Ginting, salah satu pedagang emas di Jalan Malikussaleh, Kota Subulussalam kepada portalsatu.com, Sabtu, 1 Juli 2017.

Ia mengatakan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di Subulussalam saat menjelang lebaran daya beli emas meningkat drastis, bahkan pedagang kehabisan stok, terutama model tertentu seperti baru-baru ini.

“Di sini kan rame pendatang, mereka waktu lebaran mudik, makanya banyak beli emas untuk pakai saat lebaran. Kemarin sampai kehabisan stok model tertentu,” katanya. 

Feri mengatakan harga emas saat ini masih bertahan Rp1.800.000 per mayam, belum ada perubahan harga, kecuali pada Senin nanti keluar harga pasaran emas secara nasional.

Feri menambahkan, sebaliknya memasuki Minggu kedua pascalebaran diperkirakan daya jual emas meningkat seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya. 

“Biasa masuk Minggu kedua, itu sudah mulai banyak warga yang jual kembali emas yang dibeli kemarin. Mungkin mereka hanya ingin pakai waktu kebaran saja, ” katanya.[]