SIGLI – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh H. Muzakir Manaf kemarin malam melaksanakan salat isya dan tarawih di Mesjid Abu Beureueh di Beureunuen, Pidie. Sebelumnya Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf berbuka puasa dengan warga di Gampông Karieng, Kecamatan Mutiara, Sabtu, 25 Juni 2016.

Dalam kesempatan ini Mualem, didampingi oleh Teungku Abdul Mutaleb alias Abon Taleb, Waled Abubakar dan sejumlah tokoh agama dalam Kecamatan Mutiara.

Usai tarawih Mualem berbincang-bincamg tentang pembangunan moralitas generasi Aceh ke depan. Yang selama ini telah terjadi degradasi akibat pengaruh narkoba. “Kalau moralitas anak-anak kita ke depan dilingkari oleh pengaruh narkoba maka sangat sulit untuk kita bangun daerah,” kata Mualem.

Maka, kata Muelam secara menyeluruh di Aceh sekarang harus mengaktifkan remaja mesjid sebagai barisan depan untuk melawan pengaruh narkoba. “Termasuk dengan cara memeriahkan dan memakmurkan masjid saat waktu salat tiba serta dengan pengajian-pengajian dalam bentuk majlis taklim,” kata Mualem mengingatkan di hadapan pengurus masjid.

Tak lama kemudian, seorang jamaah tarawih wanita separuh baya yang dibaluti mukena menghampiri Mualem.

“Asslamualaikum Pak Mualem,” sapa jamah tersebut yang diketahui namanya Radhiah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ummi Tiba.

“Waalaikumussalam, peue haba Mi (apa kabar Umi)?” jawab Mualem.

“Haba djroh Mualem. Peue gata ta madju ke ulee pemerintah di Atjeh kali njoe (apakah Anda maju sebagai kepala pemerintah Aceh kali ini),” tanya Ummi Tiba sambil menyalami Mualem dengan erat.

“Njoe Ummi (iya Ummi),” jawab Mualem singkat.

“Mualem, lon njoe nakeuh sidroe murid Abu MUDI Samalanga, lon awai djak beut di Samalanga dan djinoe buet uroe-uroe djak seumeubeut madjeulih taklim ureueng inong lam gampông-gampông dan lon djak deungon weng sitangen. Kamoe bak beut sabe lakee doa bak Allah SWT Mualem beu-djeut ke pemimpin kamoe, peue lom Mualem kamoe ngieng mantong neu-tem pubuet buet perdjuwangan Atjeh njoe.”

“Mualem, saya adalah salah satu murid Abu MUDI Samalanga, saya dulu mengaji di Samalanga dan sekarang sehari-hari saya mengajar majlis taklim kaum ibu-ibu dit kampung-kampung dan selalu saya pergi dengan mendayung sepeda. Kami di balai pengajian selalu mendoakan kepada Allah SWT supaya Mualem jadi pemimpin kami, apalagi kami lihat Mualem masih berbuat banyak untuk perjuangan Aceh in,” jelas Ummi Tiba.

“Amin dan Insya Allah, saban-saban talakee doa bak Po Teuh Allah SWT (Amin dan Insya Allah, sama-sama kita minta doa kepada Allah SWT),” Mualem mengamini Ummi Tiba.

“Meunjo gata euntreuk teu-pilih ke ulee pemerintah di Atjeh, bek teuh tuwo keu-kamoe jang na bak bale beut, deungon mantong na kamoe seumeubeut maka Allah SWT mantong neu-bri gaseh sajang keu-geutanjoe Atjeh njoe. Bek lagee jang laen, kamoe seumeubeut hana geu-pakoe, padahai njan di sampeng rumoh kamoe tinggai geuh dan kamoe ketjewa,” katanya.

“Kalau Anda nanti terpilih sebagai Kepala Pemerintahan di Aceh, jangan lupa kepada kami yang ada di balai-balai pengajian, dengan masih ada kami yang memgajar pengajian maka Allah SWT masih memberikan kasih sayang kepada kita Aceh ini. Jangan sampai seperti yang lain, kami yang mengajar balai pengajian tidak diperhatikan, padahal dia di samping rumah kami juga tinggal dan kami kecewa,” katanya.

Mendengar kisah Ummi Tiba, Mualem menjawab, “Insya Allah saya perhatikan dan Ummi juga jangan segan-segan mengabari saya tentang kondisi majelis taklim pengajian ibu-ibu,” kata Mualem.

Usai Mualem temu ramah dengan jamaah tarawih di mesjid Abu Beureu-Eh, Mualem menuju rumah kediaman Teungku Syarifuddin alias Toke Keurupuk untuk takziah atas meninggalnya H. Ali Basyah bin Tgk. Muhammad Daud, ayah mertua Toke Kerupuk.[]