LHOKSUKON – Belasan anak di Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mengalami mual, muntah dan diare usai menyantap bakso bakar yang dijual salah satu pedagang di gampong setempat, Jumat, 21 Juli 2017 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ini sejumlah anak dirawat inap di Puskesmas Baktiya dan Tanah Jambo Aye, sementara lainnya dirawat jalan.
Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kapolsek Langkahan Iptu Sudiarno, kepada portalsatu.com, Sabtu, 22 Juli 2017 menyebutkan, ada sekitar 17 anak yang diduga mengalami keracunan. Enam anak dibawa ke Puskesmas Tanah Jambo Aye dan 11 lainnya ke Puskesmas Baktiya.
Dirincikan, di Puskesmas Tanah Jambo Aye, empat anak dirawat inap (Syifa, 9 tahun, Ramadhan, 8 tahun, Lurata Atuna, 2 tahun dan Syakila, 3,5 tahun), serta dua dirawat jalan (Nova Yanti, 11 tahun dan Ayu Nazira, 8 tahun).
Di Puskesmas Baktiya, lanjutnya, dua anak dirawat inap (Nadia Alfiana, 2 tahun dan Anisa Khaila, 21 bulan). Sementara sembilan lainnya rawat jalan, yaitu, Muksalmina, 5 tahun, M Risky, 3 tahun, Amalia Nabila, 3 tahun, Humaira. 5 tahun, M Ajis, 12 tahun, Muzammil, 8 tahun, Alfa Khairani, 7 tahun, Anisa Sasabila, 11 tahun, dan Anisa Muskiyani, 5 tahun.
“Menurut saksi mata, M Saleh, 37 tahun, warga setempat, sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat, anaknya dan belasan anak lainnya membeli jajanan bakso bakar yang dijual pedagang keliling. Jelang pukul 20.00 WIB, tiba-tiba anak M Saleh mual, pusing, muntah dan diare,” ujar Iptu Sudiarno.
Ternyata, tambahnya, hal serupa juga dialami anak lainnya, sehingga sekitar pukul 23.30 WIB, para orangtua membawa anak-anaknya ke Puskesmas.
Atas dugaan keracunan itu, MZ, 30 tahun, pedagang bakso bakar keliling asal Buket Kareng, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, telah diamankan untuk diperiksa.
“Pedagang bakso bakar itu sempat diamankan di kantor geuchik Simpang Tiga. Namun, untuk menghindari amuk massa, geuchik menitipkan MZ ke Polsek. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kita imbau para orangtua untuk mengawasi jajanan anak-anaknya. Jangan jajan sembarangan,” pungkas Iptu Sudiarno. []



