SIGLI – Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih di kantin sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Chik Dayah Cut, Tiro, Pidie, Rabu, 24 Juli 2024, bertambah. Awalnya 26 siswa, sore hari menjadi 29 siswa.
Dari 29 siswa yang sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Tgk Abdullah Syafii (TAS), 13 di antaranya sudah diizinkan pulang dan diwajibkan berobat jalan. Sementara 16 siswa terpaksa rawat inap karena kondisinya masih lemas.
Hal itu dikatakan Direktur RSU-TAS, dr. Kamaruzzaman, kepada portalsatu.com/, Rabu (24/7), malam. Menurutnya, setelah ditangani petugas medis, sebagian dari mereka berobat jalan dan sebagian lagi harus rawat inap.
“Pasien yang masuk awalnya 26 orang, namun selepas Zuhur, kembali dirujuk tiga orang. Mereka awalnya ditangani Puskesmas Tiro. Alhamdulillah, setelah penanganan medis, 13 dari mereka kembali ke rumah dan berobat jalan. 16 siswa harus rawat inap, karena kondisi masih lemas,” papar ujarnya.
Menurut Kamaruzzaman, penanganan medis langsung dilakukan terhadap para siswa yang keracunan. Setelah observasi selama enam jam, jika sudah sehat dan tidak ada gejala pusing dan lemas, pasien diizinkan pulang. Namun, jika masih mual, pusing dan lemas, pasien harus dilanjutkan penangan medis karena gejala racun masih ada dalam tubuh pasien.
Sebelumnya diberitakan, diduga keracunan puluhan siswa MTs Swasta Tgk Chik Dayah Cut, Kecamatan Tiro, Pidie, dilarikan ke RSU Tgk Abdullah Syafii, Beureunuen, Pidie, Rabu, 24 Juli 2024, sekira pukul 09:00 WIB.
Pantauan portalsatu.com/, di Ruangan IGD RSU Tgk Abdullah Syafii, 26 siswa dan siswi terbaring lemas. Para siswa itu didampingi keluarganya. Petugas medis terlihat sibuk melakukan penanganan pasien tersebut.[](Zamahsari)




