LHOKSUKON Sebuah pabrik padi di Gampong Alue Bilie Gelumpang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara roboh total dan rata dengan tanah akibat tertimpa pohon yang tumbang diterjang angin puting beliung, Minggu 15 Mei 2016 pukul 17.00 WIB.
Sementara itu satu wanita dan dua anak-anak yang mengalami luka ringan karena tertimpa rumah yang ikut roboh di gampong setempat.
Jeumpa, 30 tahun, warga Gampong Alue Bilie Gelumpang saat ditemui portalsatu.com di rumahnya, Senin 16 Mei 2016 menyebutkan, saat kejadian ia di rumah bersama anak-anaknya. Sementara suaminya, Iskandar, sedang berjualan mie di Keude Alue Ie Puteh.
“Saat rumah roboh saya dan anak-anak berlari keluar. Tapi balok atap rumah sempat menimpa paha kanan saya. Dua anak saya pun mengalami luka di bagian kepala. Sejak semalam kami mengungsi di rumah tetangga. Besar harapan saya rumah bisa diperbaiki, sehingga saya dan anak-anak bisa kembali pulang,” ujarnya sambil menangis.
Zubaidah, 55 tahun warga yang sama menambahkan, rumahnya juga rusak parah diterjang puting beliung. Bahkan pabrik padi milik suaminya juga rata dengan tanah akibat tertimpa pohon yang ditumbangkan angin.
“Saat hujan kami di dalam rumah. Begitu angin kencang disertai suara petir yang menggelegar anak-anak menangis, lalu kami berlari ke depan rumah. Musibah ini bukan hanya merusak rumah, tapi juga pabrik padi,” ucapnya.
Lain halnya yang dikatakan Agus Salim, 30 tahun, warga Gampong Pucok Alue. “Saat kejadian saya di luar, di rumah hanya ada istri dan anak. Begitu pulang saya sangat terkejut melihat dapur telah hancur berikut barang-barang. Atas musibah ini saya mengalami kerugian sekitar Rp 20juta. Untuk sementara kami sekeluarga mengungsi ke rumah nenek,” ucapnya.
Hal lainnya diungkap Linda Wati, 28 tahun, warga Pucok Alue. “Saat petir dan angin kencang itu terdengar suara derit kayu rumah. Saya bersama adik dan dua anak saya langsung berlari menerobos hujan ke rumah kakak. Ternyata atap rumah telah diterbangkan angin. Hampir seluruh barang rusak, terutama elektronik,” jelasnya.
Sementara itu, Danramil 13 Baktiya, Kapten Inf Didik secara terpisah mengatakan, pihaknya selaku Muspika berharap ada bantuan dari dinas dan lembaga kemasyarakatan lainnya, khususnya terkait material bangunan.
“Kondisi ini cukup parah, banyak masyarakat berharap bantuan itu. Kami perlu bantuan material untuk membangun kembali rumah yang rusak. Di sini masyarakat akan bergotong-royong. Untuk posko dan dapur umum belum ada. Lagi pula ini bukan musibah banjir, jadi warga yang rumahnya rusak masih bisa mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat untuk sementara waktu,” pungkasnya.[](tyb)



