LHOKSUKON – Mita, 14 tahun, santri asal Gampong Matang Raya Timu, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara meninggal dunia setelah penyakit ayan atau epilepsi yang dideritanya kambuh, Kamis, 8 Juni 2017 sekitar pukul 20.00 WIB. Meninggalnya korban sempat diisukan karena bunuh diri, sehingga pihak Polsek Baktiya turun ke rumah duka. 

“Iya, kita turun ke lokasi (rumah duka) karena ada isu korban bunuh diri. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata isu itu tidak benar. Korban meninggal karena penyakit ayamnya kambuh. Bahkan menurut pihak keluarga, korban juga ada riwayat sakit lambung dan sering kesurupan,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kapolsek Baktiya Iptu Suparyo, Jumat, 9 Juni 2017.

Disebutkan, anggota telah menginterogasi Isnaini, 45 tahun, warga Meunasah Timu, Kecamatan Peusangan, Bireun. Ia yang membawa korban ke Puskesmas Baktiya, sebelum korban meninggal dunia.

“Menurut Isnaini, Kamis, pukul 14.00 WIB, penyakit ayan korban kambuh, sehingga keluarga membawa ke Puskesmas. Namun tak lama berselang korban diizinkan pulang oleh dokter, karena menurut pemeriksaan media tidak ada kelainan,” jelas Iptu Suparyo mengutip keterangan keluarga.

Sekitar pukul 19.00 WIB, lanjutnya. tiba-tiba penyakit ayannya kambuh lagi, sehingga kembali dibawa ke Puskesmas. Namun kali ini, korban dinyatakan harus dirujuk ke Rumah Sakit. 

“Sekitar pukul 20.00 WIB korban dirujuk ke RS di Lhokseumawe. Namun dalam perjalanan korban meninggal dunia dan langsung dibawa pulang ke rumah duka. Kita mengubah kepada masyarakat saat menerima informasi sesat, agar tidak langsung menyebarkan sebelum ada kepastian kebenarannya,” pungkas Iptu Suparyo. []