LHOKSUKON – Tanggul di Gampong Paya Beurandang, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, sepanjang 50 meter terancam jebol. Saat ini, 3,5 meter badan tanggul sudah terkikis abrasi. Padahal, tanggul itu baru dikerjakan pada Mei 2017 lalu.

“Tanggul terkikis karena debit air sungai naik pukul 16.00 WIB, Jumat. Malamnya saya langsung laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara. Muspika sudah turun ke lokasi dan mengajak masyarakat gotong-royong membuat pengaman di belakang tanggul. Namun kita kewalahan dari segi dana, karena dibutuhkan lima truk tanah,” ujar Geuchik Paya Beurandang, M. Munir An Nabawi kepada portalsatu.com/, Sabtu, 2 Desember 2017.

Munir menyebutkan, di gampongnya terdapat 150 kepala keluarga (KK) atau 50 jiwa. Jika tanggul jebol, kata dia, banjir akan merendam sejumlah gampong, di antaranya Paya Beurandang, Alue Pangkat, Pulo U, Meunasah Deng dan lainnya. Selain itu, dua sekolah juga akan kena imbasnya.

“Hingga sore tadi, lebar tanggul yang telah terkikis 3,5 meter, sedangkan panjangnya mencapai 50 meter. Kami harap, pemerintah bisa membangun batu gajah atau bronjong. Kita juga berharap dibuatkan aliran sungai yang baru yang lurus, agar tidak melengkung lagi,” ucap M Munir.[]