REDELONG – Keberadaan Dusun Bakongan Baru tidak mendapat pengakuan di Desa Wieh Tenang Toa, Kecamatan Permata, Bener Meriah sebagai desa induk sejak 2014 lalu. Hal ini membuat sejumlah warga Bakongan Baru mengadukan nasibnya kepada Anggota DPR Aceh, Adam Mukhlis Arifin, Minggu, 14 Februari 2016.
Bakongan Baru resmi mandiri menjadi satu desa baru di Bener Meriah pada masa kepemimpinan Tagore Abubakar pada 2007 lalu. Desa ini merupakan hasil pemekaran dari Desa Wieh Tenang Toa. Layaknya sebuah desa, pemerintahan Desa Bakongan Baru telah memiliki stempel yang diakui kecamatan dalam pengurusan administrasi. Namun stempel Desa Bakongan Baru mulai tidak berlaku sejak kepemimpinan Tagore berakhir sebagai Bupati Bener Meriah.
“Kami sudah terombang ambing sejak awal 2014 lalu. Desa induk Wieh Tenang Toa juga tidak mengakui lagi keberadaan Dusun Bakongan Baru sebagai salah satu dusun dari kampung itu,” ujar Imam Dusun, Ahmad Aman Sareh.
Dia turut didampingi tokoh pemuda, Usman, Kepala Suku, Abbas dan masyarakat setempat ketika bertemu Adam Muhklis Arifin, yang mengunjungi kawasan pedalaman Bener Meriah, Sabtu, 13 Februari 2016.
Status desa yang tidak jelas tersebut membuat bantuan negara seperti beras raskin dan dana gampoeng juga tidak tersalurkan ke Dusun Bakongan Baru. Pembangunan infrastruktur juga dilakukan secara gotong royong.
“Kami sekarang lagi bangun masjid, kami usulkan ke pemerintah Bener Meriah tidak ditanggapi karena memang status gampong kami yang belum jelas. Maka terpaksa kami gotong royong, paling nanti (yang ada) bantuan (hanya) dari anggota DPR Aceh seperti yang dilakukan Adam Muhklis hari ini,” katanya.
Terkait pelayanan administrasi gampong saat ini juga langsung ditujukan kepada kantor camat. Namun warga terkendala jarak antara Dusun Bakongan Baru menuju pusat kecamatan yang jauh dan minimnya moda transportasi. Jalan rusak, sempit dan berlubang juga menjadi kendala utama warga ketika mengurus administrasi ke kecamatan.
Adam Muhklis Arifin mengaku terkejut mendengar status Gampong Bakongan Baru yang hilang sejak dua tahun terakhir.
“Ini memang kasus pelik, sudah dua tahun mereka tak mempunyai status gampong yang jelas. Kita sedikit kesal dengan Pemerintah Bener Meriah. Tapi apakah nanti Bakongan Baru akan kembali bergabung ke kampung induk atau bagaimana? Ini kita musyawarahkan dulu dengan pihak kabupaten. Kita tidak ingin keadaan ini berlangsung lebih lama,” ujarnya.[](bna)



