BANDA ACEH – Kota puisi yang digagas oleh sastrawan Aceh dan para penyair tanah Serambi Mekkah, akhir-akhir ini lambat laun, mulai menunjukkan taringnya di hadapan publik.
Hal itu membuktikan kepada masyarakat bahwa Kota Puisi ada di Aceh. Aceh adalah negeri yang makmur punya penyair-penyair berbakat dari berbagai penjuru kampung dan kota. Kehadiran Kota Puisi ini adalah untuk mengangkat kembali syair-syair karya anak negeri yang dipentaskan di tempat keramaian.
Pada Ahad 14 Februari 2016, Kota Pusi yang dipandu oleh Thayeb Loh Angen dan sahabat karibnya, Muhrain, sukses dilaksanakan.
Thayeb Loh Angen, selaku tokoh yang mengcetuskan Kota Puisi ini mengatakan, Kota Puisi bisa meluas ke hampir ke seluruh Aceh karena ada Muhrain yang dengan gigih mempromosikannya.
“Kota Puisi pertama dilaksanakan di Banda Aceh ini, tepatnya di Taman Wisata Meuraxa, Ulee Lheue, yang juga dihadiri oleh seluruh tokoh seniman Aceh seperti Sulaiman Juned, Muhrain, Udin Pelor, dan beberapa komunitas photoghrafi di Banda Aceh,” kata pendiri Sekolah Hamzah Fansuri.
Acara yang diadakan setiap 2 minggu sekali atau sebulan sekali tersebut, sejauh ini telah dilaksanakan secara berpindah-pindah keliling Kota Banda Aceh. Acara ini alhamdulillah sudah terlaksana sebanyak 6 kali pertemuan.
Biasanya kami mengadakan Kota Puisi ini di tempat keramaian seperti Taman Hutan Kota, Taman Bermain Wisata Meuraxa, Taman Sari, dan beberapa lokasi wisata yang ada di Banda Aceh, kata penulis novel Aceh 2025 ini.
Promotor Kota Puisi, Muhammad Rain atau Muhrain, mengatakan, dirinya bersyukur, walaupun cuaca mendung dan agak gelap, acara Kota Puisi sudah selesai dilaksanakan di Taman Lapangan Tugu Unsyiah, sore Tadi.
Acara Minggu ini merupakan pertemuan yang ke 6 yang dihadiri oleh beberapa penyair muda dan juga beberapa Alumni Sekolah Hamzah Fansuri. Setiap peserta yang menghadiri acara tersebut dipersilahkan untuk membaca setiap puisinya di hadapan publik secara bergiliran dan kemudian di tutup dengan acara diskusi dan evaluasi bersama, kata Muhrain.
Muhrain berharap, acara ini dapat resmi dibentuk untuk di seluruh wilayah dan daerah kota yang ada di Aceh untuk dikembangkan secara sah bahwa Kota Puisi di Aceh sudah terbentuk.
Sejauh ini, setelah Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, dan Meulaboh Aceh Barat telah melaksanakan acara Kota Puisi. Kita terus mengkampayekan ini dan menyosialisasikan untuk segara membentuk agenda rutin Kota Puisi ke seluruh Aceh. Kita inginkan acara puisi di Kota Banda Aceh akan mendapat bias besar untuk wilayah lain sehingga mereka ingin mengikutinya, kata Muhrain.[]
Laporan Mustakim, Alumnus Sekolah Hamzah Fansuri


