Oleh: Taufik Sentana*

Sukses mungkin identik dengan capaian. Bisa capaian materil atau non materil. Prisedur, Skala, waktu dan perspektifnya pun berbeda dan beragam. Ada yang menyebut sukses sebagai capaian antara, sebuah perjalanan menuju puncak capaian tinggi berdasar nilai yang diyakini.

Secara riil ada yang membedakan antara sukses dan bahagia. Disini bahagia dianggap bagian batin dan sukses bagian dari tampilan zahir dan mudah diukur. Dalam perjalanannya kemudian, dikenal sukses sukses kecil yang layak dilampaui setiap orang. Bahwa dengan sukses kecil itu ia dapat menapak tangga selanjutnya secara optimis. Berdasar gambaran ini, seseorang terus mengembangkan dirinya.

Mengembangkan diri adalah dimensi lain dari sukses secara pribadi. Dengan dimensi ini seseorang bisa mengiris dimensi sukses lainnya, seperti keluarga, finansial, sosial dan misi hidupnya secara umum.

Bila sukses terkait dengan perubahan diri, mental dan perspektif, maka mengembangkan diri menjadi urgen dalam dimensi ini.

Mengembangkan diri tidak hanya bertumpu pada capaian dan kompetensi personal, tapi ia melingkupi besaran pengaruh yang bisa digerakkan oleh seseorang, baik lewat kepemimpinan, karya dan nilai nilai yang diwariskan.

Dimensi ini mungkin jenis sukses yang sunyi, atau bisa penuh glamor, itu tergantung respon seseorang akan gairah dan nilai hidupnya sendiri.[]

*Praktisi pengembangan SDM