BLANGKEJEREN – Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024 lebih sulit dari tahun 2023 sebelumnya, hal itu berakibat rendahnya realisasi keuangan di Dinas Kesehatan.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues Riadussalihin, Selasa, 23 Juli 2024 diruanganya, Menurutnya, proses pencairan anggaran kegiatan tahun 2024 ini lebih sulit akibat satu kegiatan sosilisasi harus Dua kali pencairan, yaitu dengan Surat Perintah Membayar TU (Tambahan Uang) dan LS (Langsung).
“Tahun 2023 lalu, proses pencairan keuangan hanya TU, sedangkan tahun 2024 ini, sebagian TU sebagian LS. Yang proses pencairan keuangan TU seperti uang transportasi peserta, itu bisa dicairkan sebelum kegiatan berlangsung, kemudian ATK sewa gedung dan konsumsi harus LS, yaitu selesai kegiatan dulu baru bisa diajukan pencairan keuangannya, sehingga berakibat mengutang dulu,” katanya saat ditanyai soal kegiatan sosialisasi pengendalian pencegahan penyakit menular dan tidak menular yang menelan anggaran Rp 500 juta.
Dijelaskan Kadis Kesehatan, tahun 2024 ini kegiatan sosilasi saja harus menayangkan terlebih dahulu pada laman LPSE, dan harus ada pemenangnya, sehingga kegiatan lebih sulit dilaksanakan tahun ini ketimbang tahun sebelumnya.
” Kami tidak tahu kenapa harus serumit ini mencairkan anggaran kegiatan, kalau dibilang itu peraturan, kami belum melihat peraturanya. Dan kami berharap agar proses pencairan disamakan saja dengan tahun 2023, supaya target realisasi anggaran bisa tercapai,” katanya.
Kepala Badan Penggelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Gayo Lues H. Sukri, SE, MM., mengatakan penyebab Satu kegiatan Dua kali pencairan karena sipat belanja pihak ketiga tidak boleh TU dan harus LS, sedangkan belanja honorium boleh TU.
“Yang sipatnnya TU harus mendesak. Dan itu sesuai dengan Permendagri 77 Tahun 2020,” katanya melalui pesan WhatsApp.[]




