Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaDipertanyakan, BPCB Pakai...

Dipertanyakan, BPCB Pakai Perupa Luar Aceh Mereplika Batu Nisan

 

BANDA ACEH – BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Aceh tengah melangsungkan pengerjaan mereplika batu nisan Aceh di Komplek makam dekat Baperis, Banda Aceh, dengan mempekerjakan tenaga perupa dari luar Aceh. Hal ini dipertanyakan oleh beberapa pihak.

Salah seorang yang mempertanyakan itu adalah pengajar di ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Aceh, Dani Daoed. Dani mengatakan, di Aceh banyak perupa yang bisa mereplika batu nisan, mengapa tidak diminta keahliannya.

“Ini kinerja yang salah dari BPCB Aceh. Buya krueng tahe bak dong, buya tamong meurasiki,” kata Dani Daoed, pada pameran batu nisan Aceh di Museum Aceh, dekat tempat BPCB mereplika tersebut, Ahad, 14 Mei 2017.

Dosen bidang desain dan trimatra ISBI Aceh ini mengatakan, ada perupa di Aceh yang mampu mereplika batu nisan Aceh. Ada Dedy Afriady yang merupakan dosen ISBI Aceh. Ada juga Zubir, dosen ISBI Aceh, kriyawan. dan seniman, juga putra Aceh.

“Dan masih banyak lagi putra Aceh lulusan-lulusan Master seni rupa yang sekarang mengajar di ISBI Aceh. Mengajar dan mengabdi untuk Aceh di ISBI Aceh- Jantho. Beberapa sarjana perupa di Aceh juga ada,” kata Dani yang merupakan alumnus ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta.

Dani mengatakan, selain tidak menghargai perupa di Aceh, kinerja BPCB mempekerjakan orang luar untuk mereplika batu nisan Aceh adalah pelanggaran terhadap pendidikan pewarisan budaya di Aceh.

“Mengapa mengajarkan orang luar untuk mereplika batu nisan Aceh, sementara anak Aceh sendiri belum kita ajarkan. Mereka, para perupa dari luar itu belajar ke sini, karena benda warisan serupa batu nisan ini tidak ada di tempat mereka. Kalau pun ada satu dua, itu batu Aceh. BPCB Aceh keliru,” kata Dani.

Sebagaimana diketahui, Dani Daoed merupakan putra asli Aceh yang juga perupa dan seniman patung nasional, arsitek, desainer, dosen ISBI Aceh.[]

Baca juga: