TAKENGON – Presiden Direktur PT. Perta Arun Gas (Pertagas), Teuku Khaidir, bertemu dengan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, di pendopo bupati Aceh Tengah pada Selasa malam, 11 Oktober 2016.

Pertemuan yang tidak diagendakan itu berlangsung sekitar 40 menit dan membicarakan banyak hal terkait kondisi perkembangan energi di Aceh hingga kopi Gayo.

“Sekarang kita sedang menyiapkan angkutan LNG menggunakan truck sebagai alternatif bahan bakar yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Khaidir.

Menurutnya bila perusahaan atau daerah perlu bahan bakar yang selama ini menggunakan solar atau bensin, bisa menggantinya dengan LNG (liquified natural gas)  atau gas alam cair yang relatif jauh lebih murah.

“Seperti PLN itu lebih baik pakai LNG daripada bahan bakar lain,” ujar Khaidir.

Bupati Nasaruddin menyahuti serius tawaran pihak Perta Arun dan mengakui perlu penjajakan lebih lanjut.

“Kalau untuk listrik memang ada program pemerintah tapi menggunakan air, saat ini sedang proses pembangunan, yaitu PLTA Pesangan I dan II,” ujar Nasaruddin.

Mereka lantas membicarakan tentang kopi Gayo yang malam itu menjadi suguhan istimewa.

“Ini kopi Gayo ya? Saya selalu stok untuk oleh-oleh,” ujar Khaidir, yang disahuti oleh Nasaruddin agar jangan ragu untuk diminum karena sifatnya yang organik dan tanpa efek samping

“Kopi Gayo selain punya aroma yang khas, bila diminum tanpa gula juga lebih menyehatkan,” kata Nasaruddin.[]