LHOKSEUMAWE – Satu dirham (koin emas) dari masa Aceh Darussalam ditemukan di kawasan peninggalan Samudra Pasai, belum lama ini. Centre Informasi for Samudra Pasai Heritage (Cisah) menyebut, “Ini penemuan langka”.   

Ketua Cisah, Abdul Hamid akrab disapa Abel Pasai kepada portalsatu.com, Sabtu, 9 September 2017, menjelaskan, dirham tersebut ditemukan oleh Azhar, warga Gampong Teungoh Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, beberapa hari lalu. Azhar menemukan dirham itu saat mencangkul tanah di kebun sayur belakang rumahnya.

“Azhar yang merupakan Ketua Yayasan Aneuk Aceh Sapeupakat Internasional atau YAASIN, kemudian mengunggah temuan dirham itu lewat akun Facebooknya. Setelah mengetahui informasi itu, Tim Ekspedisi Cisah langsung meninjau lokasi tersebut dipandu Muhammad atau Tgk. Ahmad Akhirat, informan Cisah yang juga anggota YAASIN,” ujar Abel Pasai lewat telepon genggam.

Abel menyebutkan, dirham tersebut saat ini diamankan oleh Azhar. Hasil kajian tim Cisah, diketahui bahwa koin emas itu merupakan dirham Aceh Darussalam. “Inskripsi pada dirham itu: ‘Paduka Sri Sulthanah Nurul 'Alam/Naqiyyatuddin Syah Berdaulat’ (akhir abad ke-17, sekitar 1670-an),” katanya.

“Menurut Ustaz Taqiyuddin Muhammad (pendiri Cisah dan Masyarakat Peduli Sejarah Aceh/Mapesa), ini merupakan temuan langka. Menurut beliau, mesti dibentuk tim khusus untuk menyisir kawasan tersebut (Gampong Teungoh Geulumpang VII dan sekitarnya), karena masih banyak potensi kesejarahan yang masih tersimpan, dan jauh dari informasi penyelamatan,” ujar Abel mengutip keterangan ahli epigrafi itu dari hasil diskusi tim Cisah. 

Hal senada, kata Abel, juga disampaikan oleh kolektor muda Manuskrip Aceh, Maskur. “Dirham jenis ini sangat langka ditemukan, termasuk di Ibukota Bandar Aceh Darussalam sendiri. Hanya ada satu (dirham itu) di sebuah toko di Banda Aceh, dan dua lainnya koleksi dua orang di luar Aceh,” kata Abel mengutip keterangan Maskur.

Abel mengatakan, Azhar yang menemukan dirham tersebut langsung merespons saran dari Taqiyuddin Muhammad. “Azhar sudah bentuk tim dan menyisir kawasan penemuan dirham tersebut sejak dua hari lalu. Sementara ini, ditemukan beberapa batu nisan bercorak Dongson,” ujarnya.

“Azhar juga ingin mendirikan museum mini di pekarangan rumahnya yang sementara ini sudah dibuat posko. Azhar ingin mendirikan museum mini karena sebelumnya sudah ditemukan pula beberapa tembikar di kawasan Samudra Pasai Heritage,” kata Abel.[](idg)