BANDA ACEH –Dinas Pendidikan Aceh merekrut 400 orang fasilitator daerah (fasda) dari 10 kabupaten/kota yang akan mendapatkan pelatihan pedagogik (pembelajaran) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Program ini untuk mempercepat perluasan akses pendidikan yang berkualitas di seluruh Aceh.

Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, Rabu, 4 Mei 2016, 10 kabupaten/kota itu Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Subulussalam, Simeulue, Langsa, Lhokseumawe, dan Aceh Barat.

Kegiatan seleksi yang dilakukan hingga 3 Mei 2016, didapati sejumlah fasda yang terbagi dalam tiga kategori (per-kabupaten). Yaitu, 15 orang fasda pembelajaran SD, 15 orang fasda pembelajaran SMP dan 10 orang fasda MBS yang akan menjadi aset daerah mereka dalam menyebarluaskan praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen.

Penyeleksian fasda yang melibatkan unsur pengawas dinas pendidikan, LPMP Aceh, LPTK dan USAID Prioritas tersebut mengunakan standar perekrutan fasda yang pernah dilakukan oleh USAID Prioritas di sembilan kabupaten mitranya. Sebagian besar para fasda tersebut adalah guru, kepala sekolah dan pengawas terbaik.

“Minat guru untuk menjadi fasda sangat besar, rata-rata di setiap Kabupaten/Kota kami menerima lebih dari 80-an calon fasda, tapi karena kita membatasi jumlah fasda perkabupaten sehingga kita harus memilih yang terbaik dari yang baik,” ujar Ridwan Ibrahim, Koordinator USAID Prioritas untuk Provinsi Aceh.

Adapun penentuan kelulusan yang utama adalah berdasarkan kemampuan mengajar, ditambah dengan kemampuan lain seperti keterampilan dasar menggunakan komputer terutama power point, pengalaman memfasilitasi dan mengikuti pelatihan, sikap, disiplin dan kondisi kesehatan.

Sebanyak 20 fasda dari tiap kabupaten dalam waktu dekat akan dilatih di Banda Aceh (Training of Trainers) tujuh hari sesuai dengan jenjangnya. Diharapkan, setalah mendapatkan berbagai materi pelatihan dari fasda USAID Prioritas, para fasda 10 kabupaten/kota ini dapat melatih sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya sekaligus melakukan pendampingan pada medio Juli, September dan November 2016.[] (rel)