IDI RAYEK – Aplikasi Dapodik V.2016 merupakan aplikasi secara online untuk melihat data pendidikan, sehingga operator sekolah diharapkan mampu mengelola dapodik secara tepat.Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Abdul Munir, SE, M.AP melalui Kasubbag Perencanaan Evaluasi Pelaporan (PEP), Agus Satria, SE mengatakan dapodik sebuah aplikasi yang perlu dikuasai oleh operator sekolah, sehingga data – data sekolah tersajikan dengan baik.
Dapodik merupakan data yang perlu dikelola oleh setiap unit sekolah, baik SD, SMP dan SMA/SMK . Jadi operator sekolah harus menguasai sistim pengisian dapodik secara benar dan tepat, ujar Agus saat membuka Pelatihan dan Sosialisasi Sistim Aplikasi Dapodik Tahun 2016 di SDN 1 Simpang Ulim, Rabu 5 September 2016.
Dalam kesempatan itu, Agus Satria meminta operator sekolah untuk menggunakan sistem ITE yang tepat sesuai dengan aplikasi terbaru sebagaimana terdapat dalam Panduan Penggunaan Aplikasi Dapodik yang dikeluarkan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah 2015.
Pelatihan ini tujuannya menyempurnakan dapodik dan data online yang diup-date secara tepat, katanya.
Agus turut mengakui , selama ini operator sekolah minim pengetahuan secara tehnis dalam penggunaan aplikasi sebagaimana dibutuhkan oleh Kementerian Mendikbud RI.
” Maka kita meminta dan menegaskan bahwa khusus Operator sekolah agar tidak diambil dari tenaga fungsional, karena dapat mengganggu proses pembelajaran. Jika tidak memiliki tenaga PNS, maka operator sekolah dibolehkan di kontrak, karena kedepan tugas operator sekolah semakin berat, ucap Agus.
Dia mengingatkan, selama ini kerap terjadi zero data pada aplikasi dapodik, sehingga banyak data yang tidak terekam. Efeknya, data pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak valid.
Data dapodik ini menyajikan berbagai data pendidikan di sekolah, termasuk data BOS untuk siswa, fungsional dan sertifikasi guru serta berbagai kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Jadi, dalam bahasa lain data dapodik ini ruhnya sekolah, pungkasnya, dalam siaran pers.
Kegiatan pelatihan tersebut diikuti 57 peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD, SMP dan SMA. Kegiatan serupa terus berlangsung di enam Unit Pelaksana Tugas (UPT) Dinas Pendidikan lainnya UPT Julok (50 peserta), UPT Darul Aman (51 peserta), UPT Idi (56 peserta), UPT Peureulak (57 peserta), UPT Ranto Peureulak (46 peserta) dan UPT Ranto Selama sebanyak 82 peserta.[]



