LANGSA – Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif menyatakan pihaknya tidak gentar walau kantornya telah diserang dan dirinya digertak oleh 'pasukan' Satpol PP, Selasa, 23 Februari 2016.

“Kita akan lawan siapa pun yang mengrong-rong penengakan syariat Islam. Memang banyak sekali para pihak tidak senang dengan kita, karena apa yang kita lakukan telah mengganggu usaha mereka. Maka mereka tidak senang dengan kita,” tegas Ibrahim Latif kepada portalsatu.com usai menghadapi sekelompok anggota Satpol PP.

Ibrahim Latif menduga seratusan anggota Satpol PP Langsa menyerang Dinas Syariat Islam (SI) lantaran, “Mereka tidak terima terkait pemberiataan di media tentang penangkapan lima orang perempuan yang diduga 'wanita malam' dan di-backingi oleh oknum Satpol PP dan oknum aparat”.

Kadis SI ini menyesalkan tindakan anggota Satpol PP yang dinilai seperti preman.  “Seharusnya, Kasatpol PP tak perlu mengerahkan ratusan anggotanya untuk menyerang Kadis SI dan WH atas kesalahpahaman itu,” ujar Ibrahim Latif.

Ibrahim Latif melanjutkan, seharusnya Kasatpol PP lebih dewasa, kalau ada kesalahpahaman tentu bisa dikoordinasikan atau dikomunikasikan dengan baik. “Kenapa mesti menyerang dengan seratusan anggota secara preman,” tegasnya”.[] (idg)