SUBULUSSALAM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Subulussalam adakan diskusi pekkat kedde kopi dengan masyarakat Kota Subulussalam di sekretariatnya, Rabu 23 Maret 2016.

Hadir dalam acara diskusi tersebut Kapolres Aceh Singkil AKBP Muhammad Ridwan SIK, jajaran Pemko dan DPRK Subulussalam dan tokoh masyarakat, LSM, dan wartawan.

Diskusi pekkat kedde kopi sangat meriah dalam memberikan pendapat, pertanyaan dalam mendiskusikan tetang bahaya narkoba, lingkungan, minuman tuak (minuman keras) dan juga masalah pencurian di Kota Subulussalam.

Ketua PWI Subulussalam, Khalidin, mengatakan diskusi tersebut melahirkan sebuah komunitas keddai kopi di Kota Subulussalam karna selain bernuansa merakyat, program ini juga dapat menyerap berbagai aspirasi, masukan dan juga harapan dengan bisa mengeluarkan rekomendasi kepada pemangku kebijakan.
 

“PWI Kota Subulussalam terpanggil untuk menghidupkan tradisi pekkat kedde kopi demi melahirkan warna baru dalam kegiatan fokus group discussion (FGD) yang selama ini biasa digelar secara formal. Forum diskusi pekkat kedde kopi juga menjadi gagasan bagi dunia jurnalisti serta bisa memberikan tawaran solutif bagi persoalan masyarakat melalui dialog yang lebih bersahaja,” kata Khalidi.

Pekkat kedde kopi ini juga sebagai tindaklanjut PWI Kota Subulussalam dalam mendukung gagasan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasiv (Kemen PAN – RB) Yuddy Chrisnandi yang melarang PNS atau pemerintahan dalam menyelenggarakan rapat atau kegiatan dinas di hotel.

“Pekkat kedde kopi yang dicanangkan dan ini diharapkan dapat menjadi satu program rapat mencerminkan nilai efesien atau hemat anggaran namun namun penuh makna,” kata Khalidi.[](tyb)

Laporan: Wahda