Para pria lajang di sebuah desa di Uzumlu, wilayah Turki selatan yang terpencil berdemo memprotes sikap para gadis yang menolak lamaran mereka. Uniknya, sebagian dari demonstran kesepian ini meminta tolong pada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Lantaran penolakan lamaran para gadis, tidak ada pernikahan selama sembilan tahun di desa itu.
Para gadis menolak lamaran para pria lajang di desanya, karena menolak menetap di desa dan tertarik pindah ke kota besar untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.
Para pria lajang mengatakan bahwa penolakan lamaran oleh para gadis di desa mereka tidak masuk akal. Aksi demo turun ke jalan oleh para pria lajang itu disiarkan situs CNNTurk.com, hari Rabu.
Demonstran membawa spanduk dan mendesak para gadis menerima mereka untuk hidup bersama. Tak hanya para pria lajang, para ibu, nenek dan saudara perempuan para demonstran ikut serta dalam demo.
Mereka kecewa dengan tindakan para gadis yang memilih eksodus dari desa.
Wali Kota setempat, Mustafa Bashbilan, kepada Al Arabiya, mengatakan bahwa ada 25 pria lajang, berusia antara 25 hingga 45, di desa terpencil itu. Namun, selama sembilan tahun terakhir tidak ada pernikahan lantaran para gadis menolak lamaran para pria lajang.
Mustafa mengatakan sebagian besar gadis muda memilih pindah ke kota-kota besar seperti Istanbul, Ankara dan Antalya. Namun, para pria tetap tinggal untuk menggarap lahan pertanian milik keluarga mereka yang diturunkan ke ahli waris selama berabad-abad.
Salah satu spanduk yang diusung demonstran, berisi permintaan tolong kepada Presiden Erdogan. Hal itu merujuk pada seruan Erdogan yang meminta rakyatnya memperbanyak keturunan.
Bulan lalu, dalam pidato memperingati Hari Perempuan Internasional, Erdogan mengatakan bahwa dia percaya seorang wanita adalah Ibu yang di atas segalanya.
Para pria lajang mengusung plakat selama demo dan mereka berjanji untuk menghamili istri jika lamaran diterima untuk memiliki lima anak. | sumber : sindonews

