Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaNewsDituding Teroris, Pendiri...

Dituding Teroris, Pendiri Pondok Pesantren Laporkan Media Inggris

MAKASSAR – Adnan Arsal, pendiri Pondok Pesantren Amanah Putra dan Gontor di Poso Sulawesi Tengah melaporkan dua media terkait pemberitaan yang menudingnya terlibat dalam kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso.

Salah satu media diketahui merupakan media ternama asal Inggris dan satunya lagi merupakan media dalam jaringan nasional. Selain dilaporkan ke Dewan Pers, keduanya pun juga dibawa ke ranah hukum lewat Polda Sulawesi Tengah.

“Kedua media itu membuat opini sendiri dengan menyebut saya diwawancarai di sebuah hutan di mana Santoso bersembunyi. Padahal, saya saat itu berada di kebun yang letaknya dekat dengan Kota Poso dan sangat jauh dengan hutan tempat Santoso dikejar-kejar aparat,” kata Ustad Adnan Arsal, Selasa 2 Februari 2016.

Klarifikasi itu, menurut Adnan, sangatlah penting. Sebab berkaitan dengan nama baik dan keamanan pondok pesantren yang dipimpinnya.

“Saat ini sedang beroperasi keamanan bersandi Tinombala di Kabupaten Poso yang melibatkan TNI dan Polri. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi saya dan pesantren yang saya kelola,” kata Adnan.

Ruslan Sangadji, perwakilan ahli Dewan Pers, mengaku akan meneruskan laporan itu ke Dewan Pers. “Laporan ini akan dibahas oleh Dewan Pers untuk diproses. Apakah nanti laporan ini memang menyalahi kode etik atau tidak,” kata Ruslan.[] sumber: viva.co.id

Baca juga: