Jumat, Juli 19, 2024

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...
BerandaNewsDiundang Tes Baca...

Diundang Tes Baca Alquran, Ini Tanggapan Kubu Prabowo

JAKARTA – Politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, menilai isu agama tak etis lagi diperdebatkan dalam Pemilihan Presiden 2019 ini. Hal itu disampaikan Andre ketika dimintai pendapatnya terkait dengan undangan tes baca Alquran oleh Dewan Ikatan Dai Aceh.

“Tentu kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi undangan itu. Tapi saya rasa isu agama tidak usah diperpanjang lagi, karena empat kandidat capres-cawapresnya muslim semua,” kata Andre, Senin, 31 Desember 2018.

Terlebih, undangan yang dilayangkan oleh Dewan Ikatan Dai Aceh mendekati debat capres-cawapres 2019. Menurutnya, lebih baik semua capres-cawapres fokus pada isu-isu ekonomi.

Debat capres akan dilangsungkan pada 17 Januari di Hotel Bidakara dengan tema soal hukum, hak asasi manusia, korupsi, serta terorisme. Debat disiarkan oleh tiga stasiun televisi yakni Televisi Republik Indonesia (TVRI), Kompas TV, dan Rajawali TV. Juga akan disiarkan oleh Radio Republik Indonsia atau RRI.

“Tanggal 15 kita tidak mungkin datang, karena Pak Prabowo sedang istirahat menyiapkan tim,” imbuh Andre.

Sementara, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldani mengatakan akan membahas lebih dahulu dengan tim pemenangan, perihal undangan yang dilayangkan oleh Dewan Ikatan DAI Aceh itu.

“Kami sangat menghormati undangan dari ulama di Aceh. Tapi, kami akan membahas dengan tim. Tapi, Pak Prabowo tentunya lebih senang datang untuk mendengarkan tausyiah dan lantunan Alquran dari para ulama untuk memperkuat keimanan dan keilmuan,” katanya.

Menurutnya, Prabowo sangat sungkan kepada ulama-ulama yang keilmuannya lebih jauh tinggi.

Baginya, tidak etis apabila wilayah pribadi seperti ibadah disuguhkan ke ruang publik. “Bagi kami sejak awal, tidak etis seseorang politisi mempertanyakan persoalan privat seperti ini di ruang publik.”

Reporter: M. Taufikul Basari.[]Sumber: bisnis.com

Baca juga: