LHOKSEUMAWE Fakhrul Ula, bocah keluarga miskin di Dusun Batee Leusong, Gampong Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, dipastikan mengalami gizi buruk. Hal itu diketahui setelah dokter Andri memeriksa bocah berusia dua tahun lebih itu di ruang IGD Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Jumat, 5 Februari 2016.
Tadi setelah kita periksa, pasien mengalami gizi buruk. Biasanya gizi buruk memang ditandai dengan busung perut atau perut membesar, berat badannya tidak cukup untuk seusianya, nangis-nya lemah, makannya kurang, ujar Andri kepada portalsatu.com dan wartawan lainnya di ruang IGD Rumah Sakit Kesrem.
Andri menjelaskan, pihaknya telah melakukan penanganan pertama dengan memasang cairan (infus) untuk Fakhrul Ula. Ini supaya teratasi dulu lemas-nya, terus pengobatan selanjutnya saya konsulin ke dokter spesialis anak, kata dokter yang bertugas di ruang IGD Rumah Sakit milik TNI AD di Lhokseumawe itu.
Ia memperkirakan bocah itu mengalami gizi buruk akibat faktor ekonomi keluarga atau orang tuanya. Asupan gizi kurang, kurang vitamin, kurang makanannya atau lingkungan di sekitar rumahnya yang tidak sehat, ujar Andri.
Pantauan portalsatu.com, seusai ditangani di ruang IGD, Fakhrul Ula kemudian digendong oleh ibunya, Ti Hawa dan diberikan nasi. Tim medis lantas membawa bocah itu ke ruangan Teuku Umar, salah satu ruang rawat inap di rumah sakit tersebut.
Diberitakan sebelumnya, jajaran Kodim Aceh Utara turun tangan membantu bocah keluarga miskin yang diduga busung lapar di Dusun Batee Leusong, Gampong Seumriah, Kecamatan Nisam Antara. Fakhrul Ula, bocah berusia dua tahun lebih itu, dievakuasi ke Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe, Jumat, 5 Februari 2016. (Baca: TNI Evakuasi Bocah Busung Lapar Batee Leusong ke Rumah Sakit) [] (idg)


