LHOKSEUMAWE – Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional di Faculty of Humanities and Social Sciences, Yala Rajabhat University, Thailand, pada 20–23 Oktober 2026.
Kegiatan itu mengusung tema “Model Pemberdayaan Zakat Produktif dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Muslim melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi Indonesia–Thailand.”
Tim pelaksana diketuai Prof. Dr. Faisal, S.Ag., S.H., M.Hum., dengan anggota Marlia Sastro, S.H., M.H., Arif Rahman, S.H., M.H., Sela Azkia, S.H., M.H., dan Fitria Mardhatillah. Diikuti 25 peserta dari komunitas Muslim Melayu Patani.
Dalam kegiatan tersebut, tim memaparkan urgensi pemahaman dalam mengimplementasikan model pemberdayaan zakat produktif yang inovatif guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Muslim melalui kolaborasi perguruan tinggi Indonesia–Thailand.
Program dilaksanakan bersama mitra Yayasan Al Hidayah Waqaf Foundation for Educatuon and Social Develompement, Hat Yai, Thailand, dengan mengintegrasikan pendekatan akademik, teknologi digital, dan nilai-nilai ekonomi Islam dalam pengelolaan zakat produktif.
Ketua Tim, Prof. Dr. Faisal, Selasa, 27 Oktober 2026, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian lintas negara, dalam mengembangkan dan mengimplementasikan model pemberdayaan zakat produktif yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Muslim melalui kolaborasi antara perguruan tinggi Indonesia. Selain itu, juga sebagai wujud implementasi kerja sama antara Unimal dan Yala Rajabhat University.
Sementara itu, Dekan Faculty of Humanities and Social Sciences, Yala Rajabhat University, Asst., Prof. Sawaporn Jantarasakul, diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Inovasi Ass., Prof. Dr. Sainee Tamphu, menyambut baik kegiatan pengabdian tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan perwujudan dari pelaksanaan akademik antarperguruan tinggi yang secara nyata dilaksanakan pada program studi keilmuan hukum. Tema yang dibicarakan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Muslim Melayu Patani di Yala.
“Semoga kegiatan pengabdian ini bisa diperkuat dan berlanjut di masa akan datang, termasuk juga untuk kegiatan joint research, magang bagi mahasiswa, dan keterlibatan dalam konferensi internasional,” ujar Prof. Sainee.[]




