BANDA ACEH – Anggota Komisi 1 DPR Aceh Bidang Politik, Hukum, Pemerintahan, dan Keamanan, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, berharap ancaman bom palsu yang terjadi di Lhokseumawe dan Kabupaten Bireuen dalam dua hari terakhir tidak menganggu tahapan pilkada Aceh.
“Ancaman ini kita harapkan jangan sampai menganggu tahapan pilkada di Aceh. Aparat kepolisian agar terus melakukan penyelidikan apa motif di balik kedua aksi bom ini, sehingga masyarakat tidak menerka-nerka. Bisa jadi ini merupakan tindakan provokasi yang menggiring Aceh dalam suasana tidak nyaman,” ujar Iskandar, Rabu, 9 November 2016.
Politisi muda ini mendesak kepolisian agar memetakan ancaman bom tersebut tidak berimbas dan berimplikasi kepada terganggunya aktivitas masyarakat dan pilkada.
“Menyampaikan juga hasil penyelidikan ke publik, agar publik tidak was-was. Kita khawatir jika ada pihak-pihak yang sengaja bermain di Aceh,” katanya.
Iskandar meminta aparat kepolisian dibantu TNI harus berada di garda terdepan dalam menyukseskan pilkada Aceh yang damai dan aman. Tindakan dini yang bisa menganggu proses tahapan pilkada harus segera mungkin dideteksi.
“Seperti kasus perusakan atribut, bendera parpol, dan ancaman keamanan seperti bom ini,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.[]


