BANDA ACEH – DPRA bersama Tim TAPA menandatangani KUA-PPAS APBA Perubahan Tahun Anggaran 2017 di Sekretariat DPRA, Rabu, 26 September 2017 malam. Pihak DPRA sepakat memberikan waktu satu hari kepada SKPA untuk menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Sehingga pada Jumat 28, September sudah bisa dibahas di komisi terkait. 

“Kita harap semua SKPA bisa selesai. Untuk pembahasan di komisi kita lakukan pada hari berikutnya,” kata Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin kepada wartawan. 

Dalam penandatangan KUA-PPAS APBA Perubahan Tahun Anggaran 2017 itu, Gubernur Irwandi tidak hadir begitu juga wakilnya Nova Iriansyah. Pihak pemerintah Aceh diwakili oleh Tim TAPA dan Asisten I Gubernur Aceh, Iskandar A. Gani.

Sebelumnya rapat Badan Anggaran bersama Tim TAPA sempat tertunda dari jadwal yang ditentukan, Selasa siang. Peserta rapat kemudian sepakat menjadwalkan ulang penandatangan KUA PPAS Perubahan APBA 2017 ini pada Selasa malam. Rapat yang berlangsung selepas Isya tersebut berlangsung tertutup untuk awak media.

Belum diketahui secara detail bagaimana isi dan jumlah anggaran dalam KUA PPAS APBA Perubahan 2017 yang disepakati kedua belah pihak. Seperti diketahui, sebelumnya publik Aceh menyorot beberapa item dalam KUA PPAS APBA Perubahan 2017. Di antaranya seperti plot anggaran untuk panjar pembelian enam unit pesawat capung sebesar Rp10 miliar, item Tsunami Cup dan minimnya honor untuk guru dan tenaga kontrak.[]