BANDA ACEH – Selain pengunjung remaja dan dewasa yang tertarik dengan benda bersejarah yang dipamerkan di stan Pedir Museum, di Piasan Seni Banda Aceh 2017, anak-anak juga. Bahkan ada dua orang anak perempuan, terpana dengan benda benda di sana.
Mereka menatap manuskrip kitab jawi dan mushaf Alquran yang ditulis tangan beberapa ratus tahun lalu itu. Setelah beberapa menit menatap atau membacanya, baru mereka bertanya.
Satu persatu benda bersejarah di meja, seperti manuskrip, koin kesultanan Pasai dan Aceh Darussalam, tempat tinta, boh glu (penopang gantung bara dan atap rumah Aceh), mereka perhatikan lama-lama. Setelah memperhatikannya, baru mereka bertanya tentang benda tersebut.
Setelah melihat lihat sekira satu jam, dua gadis kecil asal Lamlagang Banda Aceh itu pergi ke dalam kerumunan orang di Taman Bustanussalatin, Taman Sari, Banda Aceh, malam itu.[]


