SIGLI – Ratusan rumah warga dan fasilitas umum di sejumlah kawasan di Kabupaten Pidie terendam banjir luapan sungai Krueng Tiro dan Krueng Baro.

Luapan dua sungai besar itu terjadi setelah hujan deras mengguyur selama 5 jam lebih hampir seluruh kawasan dalam Kabupaten Pidie.

Informasi yang didapatkan portalsatu.com/, luapan Krueng Tiro merendam ratusan bangunan baik rumah penduduk maupun fasilitas umum lainnya di Gampong Cumbok Niwa dan beberapa gampong lainnya di Kecamatan Sakti. Bahkan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 Cm.

Kausar, salah seorang warga Cumbok Niwa mengaku, rumahnya terendam banjir. Dia mengaku tidak tahu jumlah rumah yang terendam termasuk kawasan lain, karena dirinya tidak bisa keluar.

“Air terus naik hingga sepingang orang dewasa. Banyak rumah yang teremdam air. Bahkan jalan pun tertutup air,” terang Kausar.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie, Apriadi, dirinya juga menerima laporan kawasan Jojo, Tiba, Kecamatan Mutiara Timur juga banjir akibat luapan krueng Tiro.

"Laporan Gampong Jojo dan sekitarnya juga terendam akibat luapan krueng Tiro. Kami mau ke sana sekarang," kata Apriadi kepada portalsatu.com/ saat memantau lokasi banjir Blang Asan.

Sementara luapan Krueng Baro telah merendam ratusan rumah di gampong sepanjang daerah aliran sungai (DAS) seperti Gampong Blang Asan, Kramat Luar, Blok sawah, Kecamatan Kota Sigli.

Kecamatan Pidie, Gampong Paloh, Gampong Baro dan beberapa gampong lain yang belum terpantau.

Kawasan Indrajaya, terdapat beberapa titik yang meluap. Bahkan pasar Garot ikut terendam.[]