LHOKSUKON – Dua warga meninggal dunia akibat angin kencang disertai hujan petir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 10 Agustus 2016 sekitar pukul 15.30 WIB. Satu korban tertimpa dahan pohon durian yang patah, sedangkan satu lainnya disambar petir.
Adapun korban yang meninggal dunia tersebut adalah Abdussaman, 60 tahun, warga Gampong Buket Bate Badan, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Dia meninggal akibat tertimpa pohon durian. Korban meninggal lainnya adalah Hamid, 53 tahun, warga Gampong Serba Jaman, Kecamatan Tanah Luas. Hamid meninggal akibat disambar petir.
Selain itu, cuaca buruk di Aceh Utara juga menyebabkan satu unit atap ruko milik Muklis, 38 tahun, warga Gampong Blang Gunci, Kecamatan Payabakong, dihempas angin kencang. Angin kencang juga merusak dapur rumah milik M Hasan, 50 tahun, warga Gampong Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye akibat tertimpa pohon.
“Abdussaman tertimpa dahan pohon durian yang patah karena angin saat sedang berteduh sepulang dari kebun ubi miliknya. Kuat dugaan dahan besar itu menimpa kepala, punggung dan tubuhnya,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan, melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Teguh Yano Budi kepada portalsatu.com, Kamis, 11 Agustus 2016.
Ia menyebutkan, karena diduga patah tulang, istri korban dan beberapa warga yang mengetahui kejadian itu membawanya ke tukang urut di Gampong Matang Teungoh, Kecamatan setempat. Sepulang dari tukang urut, sekitar pukul 18.00 WIB korban meninggal dunia di rumahnya.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Aceh Utara AKP Jafaruddin secara terpisah mengatakan, Hamid disambar petir setelah menolak berteduh saat sedang merontokkan padi usai panen.
“Saat korban bersama adiknya Fahmi, 25 tahun sedang merontokkan padi, tiba-tiba angin kencang datang yang disertai petir. Sebelum hujan deras turun, Fahmi dan beberapa warga lainnya mengajak korban berteduh, tapi korban menolak. Setelah itu petir menyambar dan warga melihat korban terjatuh. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas,” katanya.
Di lain pihak, Geuchik Gampong Alue Papeun, Usman Kaoy menuturkan, angin kencang ikut merusak dapur rumah M Hasan, 50 tahun, warga setempat. “Dapur rumah M Hasan rusak setelah tertimpa pohon tumbang,” ujarnya singkat. [](bna)



