ACEH UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara terus melakukan pendataan rumah rusak akibat angin kencang di sejumlah kecamatan, Kamis, 10 Juli 2025, sore.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, S.Sos., M.A.P., dikonfirmasi portalsatu.com/, mengatakan berdasarkan data sementara, angin kencang mengakibat sejumlah rumah warga rusak di Kecamatan Samudera dan Nibong.
Fauzan merincikan di Kecamatan Samudera tiga gampong terdampak bencana angin kencang tersebut, yakni Tanjong Hagu, Tanjong Reungkam, dan Tanjong Mesjid. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana sedang mendata rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan dan rusak ringan di tiga desa itu.
Masih data sementara, lanjut Fauzan, di Kecamatan Nibong enam gampong yang parah, yakni Nibong Baroh, Nibong Wakeuh, Keude Nibong, Keupok Nibong, Meunasah Dayah, dan Meunasah Keh.
"Tim di lapangan masih terus melakukan pendataan. Kita tunggu informasi resmi dari pihak kecamatan maupun TKSK. Ini masih data sementara," ujar Fauzan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara, Iskandar, mengirim data sementara. Berdasarkan laporan, bencana alam itu terjadi di tiga kecamatan, yaitu Nibong, Samudera, dan Meurah Mulia.
Iskandar menjelaskan di Gampong Nibong Baroh, Kecamatan Nibong yang terdampak 16 rumah warga, 15 ruko, dan 4 fasilitas umum.
Selanjutnya, di Gampong Tanjong Hagu, Kecamatan Samudera 12 rumah rusak.
Sedangkan di Kecamatan Meurah Mulia terdapat di Gampong Ujong Reuba, dan masih dilakukan pendataan lebih lanjut. Namun, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang merusak dua rumah warga di Gampong Ujong Reuba, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Kamis, 10 Juli 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Rumah permanen milik Khairunisa rusak parah di bagian atap akibat diterpa angin. Rumah berkonstruksi kayu milik Rimma Rianti juga rusak berat akibat tertimpa pohon.
Selain itu, toko bengkel milik Nasruddin, warga Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Meurah Mulia, atapnya roboh diterjang angin.
“Saat hujan deras tadi saya bersama anak-anak sedang di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara atap diterpa angin cukup kencang dan langsung kami keluar untuk menyelamatkan diri,” kata Khairunisa kepada portalsatu.com/, Kamis, sore.
Khairunisa menyebut bagian atap rumah rusak parah diterjang angin dan terjatuh ke halaman depan rumah. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan sekitar Rp15 juta.
Sementara itu, Rimma Rianti mengaku saat kejadian ia bersama anaknya sedang memasak di dapur. “Hujan deras terus mengguyur dan petir disertai angin kencang hingga mengakibatkan tertimpa pohon di bagian dapur rumah”.
“Jarak pohon ini dengan rumah sekitar 20 meter, secara spontan suara dentuman cukup keras di bagian atap dan terjadi kerusakan parah. Alhamdulillah, tidak ada korban,” ujar Rimma.
Baca: Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Aceh Utara.[]







