SIGLI – Dukungan untuk pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie, Sarjani Abdullah dan Alzaizi Umar, terus mengalir dari berbagai elemen. Dari Kecamatan Pidie, ratusan tokoh masyarakat menyatakan dukungan kepada pasangan yang diusung Partai Aceh (PA) itu.

Pernyataan dukungan para tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama diungkapkan pada acara silaturahmi bacalon dengan tokoh masyarakat yang digelar Selasa, 30 Juli 204, malam, di kediaman Bacalon Wabup Alzaizi, di Gampong Labui, Kecamatan Pidie.

Pantauan portalsatu.com/, Selasa (30/7), sekitar pukul 20.30 WIB, tokoh masyarakat dari puluhan gampong, mulai berdatangan ke lokasi acara di rumah Alzaizi Umar. Mereka disambut Alzaizi dan tim pemenangannya.

Dalam waktu sekejap, 250 kursi yang disediakan sudah terisi, bahkan ada yang harus berdiri. Mereka datang untuk mendengar sosialisasi dan program yang akan dijalankan jika terpilih nantinya.

Menurut panitia, Ramadhan, untuk Kecamatan Pidie terpaksa dilaksanakan dua malam, karena jumlah 64 gampong. Permalam diberi kesempatan 32 gampong.

"Karena banyak tokoh yang ingin hadir sehingga harus kita gelar dua malam. Jadi totalnya ada 500 tokoh hadir selama dua malam pertemuan," jelas Ramadhan didampingi Ikhsan.

Setelah menyampaikan program yang tertuang dalam visi -misi pasangan tersebut, Sarjani Abdullah dan Alzaizi, membuka peluang diskusi dan masukan dari para tokoh masyarakat.

"Kami sangat mengharapkan masukan dan kritikan dari elemen masyarakat agar dapat kami masukkan dalam program dan siap kami jalankan ketika kami terpilih nantinya," ucap Sarjani Abdullah.

Sementara Aizaizi menjelaskan dia ingin mendampingi Abu Sarjani, karena programnya saat memimpin Pidie sangat tepat dan berkaitan erat dengan agama serta generasi muda berakhlak.

"Saya sangat tertarik dengan program pembanguan yang sangat tepat dan menyentuh langsung kepada masyarakat, seperti Satu Hari Satu Ayat, juga program pembangunan ekonomi dengan menggandeng investor luar," kata Alzaizi.

Ada masukan dari tokoh masyarakat, Tgk. Gadeng, pasangan tersebut dapat mengalokasikan dana untuk beasiswa yang mondok di dayah. Karena selama ini yang ada beasiswa hanya untuk sekolah umum. Juga memperbaiki jerih aparatur gampong yang saat ini sangat rendah. Pemerintahan Mukim dapat difungsikan secara maksimal.

"Kami siap mendukung, dengan harapan, aspirasi kami seperti pemerintahan Mukim dapat difungsikan maksimal. Jangan seperti sekarang ini, ada stempel tapi tidak yang distempel. Dan kesejahteraan aparatur gampong terutama jerih imam dapat ditingkatkan, karena tugas imam sangatlah berat jika dibandingkan dengan perangkat lain," harapnya.[](Zamahsari)