Dunia tarbiyah Islam merupakan usaha orang dewasa Muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran Islam ke arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangannya. (Arifin: 1989:32).
Proses bimbingan (pimpinan, tuntunan, asuhan) oleh objek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi dan lain-lain), dan bahan ubahan materi tertentu pada jangka waktu tertentu dengan metode tertentu dan dengan alat kelengkapan yang ada ke arah tercapainya pribadi tertentu disertai evaluasi dengan ajaran Islam.
Fadil Al-Jamali mengartikan tarbiyah (tarbiah/pendidikan) sebagai proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik dan dapat mengangkat derajat kemanusiaannya sesuai dengan kemampuan dasar (fitrah) dan kemampuan ajarannya (pengaruh dari luar).(Ahmad Tafsir: 1990:6)
Muhammad Labib Al-Najihi (1997:13) memberi definisi tarbiyah: Bukanlah ia pikiran mewah, juga bukan seperti anggapan sebagaian filosof sebagai usaha mencari kebenaran, terlepas dari budaya dimana ia berada, tetapi (tarbiyah itu) adalah pernyataan sudut pandangan seorang atau lebih filosof terhadap peristiwa-peristiwa sosial, lembaga-lembaga, nilai-nilai dan sistem-sistem yang menguasai zamannya di atas mana budayanya berdiri.
Adakah hasil pemikiran filsafat ini pembelaan terhadap budaya atau serangan terhadapnya, ataukah sintesis antara berbagai kepentingan atau maslahat, tetapi pada akhirnya adalah suatu pernyataan terhadap apa yang menguasai budaya itu dan pantulan terhadap berbagai pertarungan yang sedang bergejolak dalam budaya tersebut.(Hasan Langgulung: 1987:119).
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tarbiyah adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Definisi ini mencakup kegiatan tarbiyah yang melibatkan guru maupun yang tidak melibatkan guru (pendidik), tarbiyah formal, maupun nonformal serta informal. Tarbiyah dalam definisi ini adalah seluruh aspek kepribadian.(Ahmad Tafsir 1990:6)
M. Yusuf Al-Qardhawi memberikan pengertian, Tarbiyah Islam adalah tarbiyah manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. Karena itu, tarbiyah Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya.(Azyumardi Azra: 2000:5)
Hasan Langgulung merumuskan tarbiyah Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. (Azyumardi Azra: 2000:5)
Endang Saifuddin Anshari memberikan pengertian tarbiyah Islam sebagai Proses bimbingan (pimpinan, tuntutan, usulan) oleh subjek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, instuisi dan sebagainya), dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi-materi tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai evaluasi sesuai dengan ajaran Islam. (Azyumardi Azra: 2000:6).
Tarbiyah agama juga berarti usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam. (Zuharini, abdul Gafur, Slamet As. Yusuf, 1978: 28)
Dari beberapa definisi tersebut, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa tarbiyah Islam adalah suatu proses bimbingan jasmani dan rohani yang berdasarkan pada ajaran-ajaran Islam untuk menuju arah terwujudnya suatu kepribadian utama yang menyeluruh, sehingga dengan tarbiyah tersebut anak didik mampu menjalankan tugas kemanusiaannya dengan baik, sebagai hamba Allah, sebagai warga masyarakat, dan sebagai makhluk yang berhubungan dengan alam sekitarnya.
Adapun yang dimaksud dengan kepribadian yang utama dalam pembahasan ini adalah kepribadian Muslim, yaitu kepribadian yang memiliki tanggung jawab dan tercermin dalam dirinya nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan melihat berbagai pendapat pakar tarbiyah itu, maka ruang lingkup tarbiyah ini tidak terbatas pada bidang yang diarahkan pada kehidupan duniawi semata. Akan tetapi keduanya dipadukan secara integral, yaitu suatu kesatuan yang utuh dan bermakna bagi kehidupan manusia.[]
Referensi: Sahnan, Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Ghazali (Sebuah Analisa Teoritis)





