SUBULUSSALAM – Eks Kombatan GAM wilayah Kota Subulussalam mengaku kecewa atas pernyataan Plt Sekda H. Sairun, S. Ag yang mengklaim bantuan untuk Eks Kombatan berasal dari kantong pribadi Sairun bukan atas nama wali kota.
"Menanggapi Statement Plt Sekda Subulussalam menambah kekecewaan kami sebagai Eks kombatan GAM kepada wali kota ," kata Eks Kombatan GAM, Gadis alias Ishaq Munthe yang menghubungi portalsatu.com/ menanggapi pernyataan Plt Sekda Subulussalam pada berita sebelumnya, Sabtu, 2 Desember 2023.
Ishaq Munthe menceritakan kronologis awal pengajuan permohonan dana kepada Wali Kota Subulussalam secara resmi. Selama proses pengajuan itu sembari menunggu realisasi dana, Gadis mengaku terus berkomunikasi dengan wali kota.
“Untuk kegiatan kami kali ini, kami telah mengajukan permohonan kepada Wali Kota Subulussalam secara resmi. Namun, sembari menunggu realisasi dana tersebut, kami terus berkomunikasi dengan wali kota,” kata Gadis.
“Melalui Ketua saya terus melakukan komunikasi kepada Wali kota Subulussalam terkait bantuan untuk kegiatan kami pada saat Milad GAM 4 Desember,” sampai Gadis menambahkan.
Menurut Ishaq Munthe, dana yang berjumlah Rp 500 ribu tersebut mereka terima melalui Bendahara Kabag Umum Setdako Subulussalam. “Plt Sekda mengatakan itu bantuan peribadinya, padahal kami menerima dana tersebut melalui Kabag Umum,” ujar Gadis.
“Jika itu dana bantuan pribadinya tidak mungkin kami menerima langsung dari Bendahara Rutin. Sekda mengatakan itu bantuan pribadinya, sementara rekan kami menerima langsung dari Bendahara Rutin. Kami menganggap bantuan itu merupakan bantuan dari wali kota bukan dari sekda,” pungkas Gadis.[]



