MI Aceh terkenal dengan ketebalan dan rasa rempah-rempahnya yang kuat.
Warna mi Aceh pun berbeda dengan mi lain yang kuning terang atau pun putih. Mi Aceh lebih terlihat kuning kejingga-jinggaan.
Di Cimahi, tidak banyak yang menjual mi dari Serambi Mekah ini, salah satu kedai yang menjajakan mi Aceh ini adalah Jambo Aceh di Jalan Gatot Subroto No 1, Cimahi.
Pemilik Jambo Aceh, Sariana, telah membuka usaha mi Aceh di Cimahi sejak empat tahun lalu.
Sebelumnya, ia membuka usaha ini di Lhoksemawe Aceh, namun ada saudara di Cimahi yang menawarkan tempat untuk berjualan.
Kemudian, ia memutuskan untuk berjualan di Cimahi. Nama jambo diambil dari Bahasa Aceh yang artinya warung.
“Saya bikin bumbu, mi, semua di rumah. Bikin minya enggak pakai pengawet. Cuma pakai telur, garam, gula, gincu kuning, dan tepung,” ujar Sariana.
Sehari, ia membuat mi sebanyak 15 kilogram. Jika habis, saat itu juga ia memproduksi lagi.
Berbeda dengan mi, bumbunya bisa bertahan dua sampai tiga hari.[]

