LHOKSUKON – Mundurnya enam Tuha Peuet Gampong Matang Jeulikat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara beberapa hari lalu ternyata berbuntut panjang. Sekelompok warga melakukan aksi protes dengan memasang spanduk bertuliskan 'Jangan Biarkan Desa Kami Hancur atau Kami Akan Menolak Pemilukada 2017' di kantor Geuchik setempat, Selasa 24 Mei 2016.

“Persoalan itu dipicu dari tidak setujunya para Tuha Peut tersebut terkait hasil penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Anggaran Dana Desa (ADD), sehingga mereka memilih mundur. Padahal sebelumnya telah dimusyawarahkan dalam rapat terkait item apa saja yang layak dimasukkan dalam RPJM. Tapi setelah dana cair, mereka mengundurkan diri,” kata Geuchik Gampong Matang Jeulikat, Muhammad Jaban kepada portalsatu.com, Rabu 25 Mei 2016.

Ia menyebutkan, sekelompok warga yang memasang spanduk itu juga tidak menyetujui hasil penyusunan RPJM tersebut. Bahkan mereka juga mencoret tembok pagar kantor geuchik dengan tulisan senada.

“Persoalan ini sudah dicoba selesaikan di kantor Camat Seunuddon. Bahkan kala itu camat dan koramil sudah menyampaikan proses penyusunan RPJM kepada para tuha peut. Saya juga hadir dalam pertemuan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Seunuddon Fatwa Maulana secara terpisah menyebutkan, dalam hal ini ia melihat ada segelintir warga dan oknum tuha peut yang tidak senang dengan kepemimpinan geuchik setempat. Karena dalam hal ini geuchik sudah pernah menyampaikan, jika memang ada yang salah dengan pembangunan ADD atau hal lainnya, maka ia siap dilaporkan ke pihak berwajib.

“Ya, para tuha peut itu telah mengundurkan diri secara resmi dengan membubuhkan tanda tangan di atas materai. Tapi belum ada SK baru karena masih dalam proses. Kami dari Muspika juga sudah tiga kali mengadakan rapat terkait kedua belah pihak tersebut,” pungkasnya.[](tyb)