Sudah ada bebera ulasan ringan yang penulis ulas di media ini seputar jumat. Baik dari aspek individu dan komitmen sosial. Sebagai penghulu hari, yang juga disebut sebagai waktu terjadinya kiamat, jumat menyimpan banyak rahasia mengenai perjalanan karakter kepribadian muslim.

Katakanlah, jumat yang secara harfiyah bermakna menghimpun, seakan ia memadukan semua energi kita untuk Satu Tujuan yang tinggi dan menyelaraskannya dengan kerja sosial, karya dan perbaikan secara umum.

Tujuan tinggi itu diantaranya, menggapai ridha Ilahi, meluruskan niat, merefleksi perjalanan diri dalam sepekan ini dan meletakkan pengharapan akan pertolonganNya hingga jumat selanjutnya, yang mencakup pengampunan, ilham dan jaminanNya.

Selayaknya, secara kolektif, jumat menjadi simbol energi yang terus diperbarui dengan muatan rasa iman, sikap taqwa dan tawakkal. Artinya, selepas shalat jumat, khususnya kita masih menyimpan energi itu untuk kita pantulkan dalam sistem sosial kita yang semakin rapuh. Sebab, bagaimanapun, masjid yang menjadi “pusat energi” (modal sosial)  tadi akan terus relevan sebagai pilar kemajuan masyarakatnya.[]

Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia.Kab. Aceh Barat