BIREUEN – Film dokumenter Biasa Tapi Luar Biasa besutan Dua Sineas (Sutradara-red) Kabupaten Bireuen, Rahmat Setiawan dan Agussalim meraih juara dengan katagori Jawara Dokumenter Mahasiswa, pada acara Awarding Night (malam Penganugrahan) di Malang Film Festival, (MAFI Fest) 2016.
Rahmat Setiawan sutradara Film Biasa Tapi Luar Biasa kepada wartawan mengatakan, film tersebut diangkat karena terispirasi tentang kisah tentang perjuangan seorang penyandang distabilitas, yang sukses dengan usahanya. Namun dapat surat penggusuran dari Pemerintah Daerah menyebabkan kedua karyawannya harus di-PHK.
Kemenangan ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi kami dengan segala keterbatasan ilmu tentang perfilmman dan segala kekurangan baik anggaran dan alat untuk produksi, tapi kami bisa membawa nama daerah ke kancah festival film tingkat nasional, ujar Rahmat Setiawan, Selasa 12 April 2016, dalam siaran persnya.
Rahmat mengatakan, film terpilih sebagai juara setelah bersaing dari 278 film yang masuk dari seluruh penjuru nusantara dan kemudian lolos dari seleksi dewan juri.
Kami sangat terkejut setelah pengumuman pada acara Awarding Night di malang, Sabtu 09 April 2016 lalu, yang disampaikan oleh produser kami, Aceh Documentery, karena film kami masuk sebagai pemenang dengan katagori jawara documenter, kata Rahmat yang didamping rekannya Agussalim.[]


