Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Iskandar Muda, mendapat penghargaan (anugerah) Pariwisata Halal Terbaik 2016 kategori Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik dari 15 kategori yang dinilai.

Baca: Aceh Menangkan Tiga Kategori Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016

Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, menurut laman wikipedia.org, dikenal juga dengan Bandara Sultan Iskandar Muda (IATA: BTJ, ICAO: WITT) adalah sebuah bandar udara (bandara) yang melayani Kota Banda Aceh dan sekitarnya, yang terletak di wilayah Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II, untuk melayani rute domestik dan internasional.

Saat ini sudah ada dua penerbangan internasional, yaitu Air Asia ke Kuala Lumpur dan Firefly ke Penang. Bandara ini juga pernah difungsikan sebagai basis pengiriman obat-obatan sesudah Gempa bumi Samudera Hindia 2004, yang hilir mudik dari berbagai wilayah di Dunia, kepada para pengungsi yang terisolir di berbagai wilayah yang dihantam Tsunami di Aceh.

Setelah dilanda Tsunami pada 26 Desember 2004, bandara ini telah direnovasi dan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter yang mampu menampung pesawat berbadan lebar. Pada 9 Oktober 2011 sebuah Boeing 747-400 berhasil melakukan take off dan landing, yang membuktikan bahwa bandara ini bisa dijadikan tempat transit bagi perusahaan penerbangan internasional. 

Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Iskandar Muda, seorang sultan Aceh Darussalam ke 12, yang namanya ditabalkan sebagai pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh.

Sebelum diperbaiki dan diperluas pada 2006, tidak ada pesawat dari luar negeri yang langsung ke bandara ini, semua melalui Polonia. Namun, sekarang bandara yang dibangun secara megah ini, sudah memiliki rute langsung dari dan ke beberapa kota luar negeri.[]

Foto: Lodins, 21 September 2016.