BANGUNAN Pasar Sayur dan Kios maupun Pasar Ikan dan Pelelangan Ikan itu masih tampak “babak belur”. Atap bangunan pasar di Dusun Kuta Kareung, Gampong Meunasah Mesjid, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe itu sudah lama “digunduli”. Berbagai material lainnya dilaporkan ikut “dijarah” lantaran pasar tersebut tak kunjung difungsikan.

Bedanya, pertengahan tahun 2015 lalu, halaman depan bangunan pasar itu tertutup rumput tebal setinggi lutut orang dewasa, kini sudah dipasang paving block (bata beton). Sedangkan di halaman belakang bangunan tersebut masih terlihat tumbuhan liar, termasuk bak reubek.

Siapa pun yang melintasi Jalan Merdeka Barat—jalur  masuk ke pusat kota Lhokseumawe—dapat dengan mudah melihat bangunan pasar itu. Jarak antara jalur masuk ke pusat kota dengan lokasi bangunan pasar itu kurang dari 100 meter. Berdiri di jembatan Cunda, lalu menoleh ke kiri langsung tampak bangunan pasar yang sebagian sudah “hancur” itu.

Pembangunan Pasar Sayur dan Kios maupun Pasar Ikan dan Pelelangan Ikan itu menelan anggaran miliaran rupiah dari dana Otsus tahun 2011-2012. Pastinya, bangunan pasar tersebut dibangun untuk difungsikan, sehingga menjadi tempat perputaran ekonomi masyarakat. Tapi tujuan itu belum tercapai sampai saat ini. (Baca: Pasar Sayur yang Masih ‘Babak Belur’)[](idg)