ISTANBUL – Turki kini menjadi negara yang paling menghormati hak asasi manusia dan menyayangi sesama penduduk bumi. Ada jutaan pengungsi Syria (Suriah/Syam) ditampung di negara ini, yang Uni Eropa menolaknya.
Para pengungsi Syam itu diberi fasilitas seperti penduduk negara Turki sendiri, diberi kartu penduduk, pekerjaan, kesempatan belajar secara resmi, dan sebagainya.
Bukan manusia saja, bahkan kucing dan anjing jalanan dirawat di negara ini. Turki memberikan kesempatan bagi para binatang jalanan seperti anjing dan kucing untuk bisa tetap makan dan minum. Di setiap sudut kota Istanbul, misalnya, terdapat vending machine yang secara otomatis bisa mengeluarkan makanan dan minuman untuk para anjing dan kucing yang lewat.
Cara kerja mesin ini juga membuat banyak orang lebih perhatian dan sadar akan lingkungan. Saat ada orang yang punya air mineral dan tak bisa menghabiskannya, mereka bisa menyalurkan airnya pada lubang khusus mesin ini. Air itu nantinya akan diminum oleh kucing atau anjing yang lewat.
Laman mirajnews.com, mengutip media Middle East Eye (MEE) edisi 28 Januari 2016 lalu, mewawancarai Imam Masjid, Syaikh Mustafa Efe di masjid itu, saat bercengkerama dengan kucing-kucingnya.
Di salah satu sudut kota Istanbul, Turki. Tepatnya di Masjid Aziz Mahmud Hudayi. Di masjid yang dibangun pada 1594 ini, kucing justru dibiarkan bahkan dipelihara oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat.
Selamat datang di Catstanbul bukan Konstantinopel, selamat datang di ibukota kucing dunia. sebuah kombinasi agama, budaya dan kepraktisan mengangkat kucing ke status sosial Istanbul, ujarnya.
Pengurus masjid itu membuka pintu masjid untuk kucing-kucing dari lingkungan sekitar dan dekat sampah saat musim dingin melanda kota, untuk dipelihara dengan terawat. Puluhan kucing pun datang dan pergi ke masjid bersejarah di kota Istanbul itu. Ia pun mengunggah gambar-gambar kucing itu ke media sosial, dan itu membuatnya termasyhur.[]
Foto-foto direkam pada Januari 2016. @Adil Yurtkuran/Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT)



