LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (FH Unimal) berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis, 4 Mei 2017. Mereka menilai Wali Kota Suaidi Yahya gagal mewujudkan pemerintahan yang baik.

Dalam aksi di bawah terik matahari itu, mahasiswa juga menggelar teatrikal dengan menampilkan seorang pria berseragam pegawai pemerintah berperut buncit, dan beberapa orang lainnya dalam “kondisi menderita” duduk di sisi “keranda”. Hal itu untuk menggambarkan kehidupan pengambil kebijakan di pemerintahan yang hidup sejahtera, sementara rakyatnya sengsara.

Mahasiswa menyampaikan pernyataan sikap. Di antaranya, meminta Pemko Lhokseumawe menstabilkan kembali APBK yang sudah kolaps, transparansi, dan tertib administrasi pemerintahan, melakukan reformasi birokrasi, menertibkan parkir dan kejelasan retribusi parkir sesuai dengan qanun, kelanjutan dana sertifikasi guru, membuka lapangan kerja, memberantas tempat maksiat di Lhokseumawe dan mengevaluasi Dinas Syariat Islam.

Saat demonstrasi itu berlangsung, di aula kantor wali kota sedang ada acara pelantikan pengurus Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Lhokseumawe. (Baca: Mahasiswa Demo Wali Kota Suaidi)[] (*sar)