Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaBerita LhokseumaweMobil Dinas Wali...

Mobil Dinas Wali Kota Lhokseumawe Jadi Milik Suaidi, Ini Harga Dibayar

LHOKSEUMAWE – Mobil dinas Wali Kota Lhokseumawe yang dibeli pemerintah kota senilai Rp1 miliar lebih menggunakan APBK tahun 2017, kini menjadi milik Suaidi Yahya. Suaidi membeli mobil All New Vellfire itu pada Pemko Lhokseumawe, menjelang berakhir masa jabatannya sebagai Wali Kota periode 2017-2022.

Saat bersamaan, Yusuf Muhammad membeli mobil dinas jenis Fortuner yang telah ia gunakan selama menjabat Wakil Wali Kota Lhokseumawe. Menurut data pada Bagian Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lhokseumawe, mobil Fortuner itu dibeli pemerintah kota dengan APBK tahun 2016, atau pengujung masa jabatan Wali Kota/Wakil Wali Kota periode 2012-2017.

Kepala BPKD Lhokseumawe, Marwadi Yusuf, dikonfirmasi portalsatu.com melalui WhatsApp, Selasa, 2 Agustus 2022, mengatakan proses penjualan dua mobil dinas itu sudah tuntas. “Sudah didum (dijual, red) dan sudah selesai prosesnya,” ucap Marwadi.

Marwadi menyebut penjualan dua mobil dinas tersebut sudah sesuai ketentuan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 84 tahun 2014 tentang Penjualan Barang Milik Negara/Daerah Berupa Kendaraan Perorangan Dinas, yang telah diubah dengan PP Nomor 20 tahun 2022. “Sesuai aturan, ada PP yang mengaturnya. Lihat PP No. 84 tahun 2014,” ujarnya.

Dalam PP Nomor 20 tahun 2022 tentang Perubahan Atas PP Nomor 84 tahun 2014, disebutkan bahwa harga jual barang milik negara/daerah berupa kendaraan perorangan dinas yang dijual kepada pejabat negara/mantan pejabat negara tanpa melalui lelang ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/Wali Kota untuk barang milik daerah.

PP tersebut juga menjelaskan kendaraan dengan umur empat sampai tujuh tahun, harga jualnya 40% dari nilai wajar kendaraan. Sedangkan kendaraan dengan umur lebih dari tujuh tahun, harga jualnya 20% dari nilai wajar kendaraan dimaksud.

Selain itu, pembayaran penjualan kendaraan perorangan dinas tanpa melalui lelang kepada pejabat negara/mantan pejabat negara, harus dibayar sekaligus melalui penyetoran ke Rekening Kas Umum Negara/Daerah.

Berdasarkan bukti tanda penerimaan uang masuk ke Rekening Kas Umum Daerah Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menyetor Rp196.461.600 untuk pembayaran lunas pembelian satu mobil All New Vellfire nomor polisi BL 260 NF pada 8 Juli 2022. Sedangkan Yusuf Muhammad menyetor Rp101.531.200 untuk pembayaran lunas pembelian satu mobil Fortuner nomor polisi BL 1047 NV, juga pada 8 Juli 2022.

Artinya, pembayaran lunas atas pembelian dua mobil dinas itu dilakukan Suaidi Yahya dan Yusuf Muhammad, empat hari menjelang berakhir masa jabatannya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe periode 2017-2022. Masa jabatan mereka telah berakhir pada 12 Juli 2022.

Catatan portalsatu.com, pengadaan mobil dinas Wali Kota Lhokseumawe senilai Rp1 miliar lebih bersumber dari APBK 2017, baru berhasil dilakukan setelah dibuka pelelangan ketiga kali pada 22 Juli 2017. Mulanya, tender mobil dinas itu dibuka pada 13 Juni. Akan tetapi, sampai berakhirnya masa upload dokumen penawaran, tidak ada calon penyedia yang tertarik mengikuti pelelangan. Lalu, 17 Juni dibuka kembali tahapan lelang. Hasilnya sama, tak ada peserta lelang yang memenuhi syarat.

Pantauan portalsatu.com pada situs web Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe ketika itu, setelah dibuka tender ketiga kali, paket “Pengadaan Kendaraan Bermotor Penumpang Mobil Walikota Periode 2017-2022” dengan nilai pagu Rp1.290.250.000 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp1.067.450.000, dimenangkan PT Dunia Barusa yang diumumkan pada 31 Juli 2017.

Pengadaan mobil dinas Wali Kota kala itu mendapat sorotan publik karena dinilai tidak tepat saat Pemko Lhokseumawe mengalami defisit anggaran amat besar.

Baca: Ini Pemenang Lelang Pengadaan Mobil Dinas Wali Kota Lhokseumawe

[](red)

Baca juga: