MOSKOW – Umat Muslim melakukan sembahyang Tarawih pertama pada malam bulan suci Ramadhan 1437 H di Masjid Central di Moskow, Rusia pada 5 Juni 2016. @Anadolu Agency/Sefa Karacan
Tentang Masjid Agung Moskow
PADA hari megang Hari Raya Haji 9 Idul Adha 1436 H Presiden Rusia, Vladimir Putin, meresmikan Masjid Agung Moskow -Rusia: Moskovskiy Soborniy Mecet, Turki: Moskova Merkez Camii, Inggris: Moscow Central Mosque.
Peresmian itu didampingi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Proses renovasi Moskova Merkez Camii ini menghabiskan dana senilai USD170 juta atau setara Rp2,4 triliun. Moskova Merkez Camii sekarang seluas 19.000 m2, dilengkapi tujuh lift, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat.
Masjid ini didirikan sejak tahun 1904 oleh komunitas Tatar. Pada 2005 ditutup karena direnovasi besar-besaran -dibangun ulang- di atas bekas masjid lama.
Masjid ini dimaksudkan sebagai upaya menyatukan yang bukan hanya antarumat Muslim, tetapi juga seluruh warga Rusia demi kepentingan bersama, kata Putin.
Pemimpin Negeri Beruang Merah itu mengklaim Masjid Agung Moskow yang baru merupakan masjid terbesar bukan hanya di Rusia melainkan di seluruh Eropa selain dari mesjid di Turki.
Seorang cendikiawan Turki, Dr Mehmet Ozay, mengatakan Prof Dr KH. H. Aboebakar Aceh pernah menulis buku Sejarah Mesdjid – dan Amal Ibadah dalamnya.
Jika Aboebakar masih hidup, ia pasti akan menyebutkan Masjid Agung Moskow ini dalam bukunya. Orang Aceh harus ingat pada Aboebakar dan buku tersebut, kata sosiolog agama ini beberapa waktu lalu.
Mehmet Ozay menjelaskan, buku Aboebakar Aceh itu menceritakan tentang masjid-masjid besar di dunia, termasuk Indonesia, diterbitkan pada tahun 1955.
Tentang Moskova Merkez Camii, Mehmet mengatakan, ada tiga pihak penting yang ikut serta membangun ulang masjid agung tersebut.
Ada Depertemen Agama untuk Muslim di Russia, Türkiye Cumhuriyeti Diyanet Isleri Baskanligi -Departemen Agama Republik Turki-, dan negara Khazakistan. Merekalah yang membangunnya, kata Mehmet.
“Dalam pidato sambutannya, Presiden Turki Erdogan mengutip kalimat Sastrawan Rusia, Leo Tolstoy Hal yang paling penting dalam hidup adalah untuk membuat kebaikan,” kata Mehmet.
Menara Moskova Merkez Camii setinggi 81 meter -berbeda dengan berita yang berkembang menyebutkan 72 meter-. Pada bagian tengahnya ada kubah berlapis emas berbingkai khat ayat-ayat Al Quran.
Seorang ahli dari Turki bernama Mustafa Kutlu, terlibat dalam menyelesaikan masjid ini selama 2 tahun, kata Mehmet.[](tyb)





