Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
Beranda Pameran Lukisan...

[FOTO] Pameran Lukisan Mahdi Abdullah di ICCE of Aceh di Australia

BANDA ACEH – Karya seni rupa kontemporer, karya pelukis asal Aceh Mahdi Abdullah, bertemakan: Trans Memorabilia, dipamerkan dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Internasional serta Gelar Budaya Aceh 2016 (International Conference and Cultural Event of Aceh 2016), di Melbourne, Australia, 14 sampai 29 September 2016.

Pameran ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian ICCE (International Conference and Cultural Event) of Aceh 2016 di MADA Gallery, Monash University Caufield.

Ketua panitia, Ari Pahlawi, mengatakan, Mahdi Abdullah adalah pelukis kelahiran Aceh yang kini menetap di Yogyakarta. Mahdi termasuk salah seorang pelukis nasional Indonesia yang andil dalam mempromosikan keberagaman kebudayaan nasional Indonesia melalui karya-karyanya yang telah dipamerkan di berbagai kota besar di dunia. Di antarannya, Jerman, Vietnam, Jepang, termasuk sejumlah kota di Indonesia.

“Karya-karya Mahdi Abdullah banyak merepresentasikan bagaimana realitas kehidupan sosial dan kebudayaan di Aceh baik dalam perspektif sejarah, pengalaman sebelum dan sesudah konflik di Aceh, hingga setelah terjadinya bencana tsunami di Aceh,” kata Ari Pahlawi dari Melbourne.

Ari Palawi mengatakan, program ICCE of Aceh 2016 merupakan lanjutan dari ICCE of Aceh 2008 di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. 

Selain memamerkan karya Mahdi Abdullah, kata dia, ICCE of Aceh 2016 diisi Kegiatan Terbuka: Festival Gampong Aceh: “Aceh: the Color of Indonesian Diversity”,” kata Ari Pahlawi, 15 September 2016,

Pertemuan Ilmiah Internasional, di Monash University selama tiga hari berturut-turut, mulai Senin, 26 sampai Rabu 28 September 2016. 

Ada juga kegiatan Pameran Benda Budaya “Keunebah Indatu”, Warisan Budaya Aceh-Sumatra, dimulai sore hari pertama penyelenggaraan pertemuan ilmian internasional dan digelar di koridor Auditorium Gedung Pertunjukan Seni, Monash University, Melbourne, Australia, mulai 26 September hingga berakhirnya nanti Desember 2016.

Acara ini juga dimeriahkan dengan Aceh Documentary FIlm Festival, lima kali pemutaran, dari 16 sampai 28 September 2016, bekerja sama dengan kreativitas sineas muda Aceh yang terhimpun dala Aceh Documentary Foundation.

“Selain itu ada Pertunjukan Seni “Piyasan Aceh”, apresiasi terhadap tradisi berkesenian masyarakat di Aceh. Ini merupakan acara puncak pertama yang menampilkan kreasi dan kreativitas koreografer, syeh (pewaris budaya) dari selatan Aceh dan Kepulauan Banyak dan Nagan Raya, serta penari yang terhimpun dalam jejaring Pusat Kajian dan Pengembangan Seni Universitas Syiah Kuala,” kata Ari Pahlawi.[]

Baca juga: