LHOKSEUMAWE – Tentang PT Arun Natural Gas Liquefaction, lebih dikenal dengan PT Arun NGL, boleh dibaca lengkap di wikipedia.org Arun Natural Gas Liquefaction. Sekilasnya begini.
PT Arun NGL adalah perusahaan penghasil gas alam cair Indonesia. Sejak 1968, Mobil Oil melakukan kontrak bagi hasil dengan Pertamina untuk pencarian sumber-sumber minyak dari perut Bumi di darat maupun di lepas pantai. Tahun 1969, Pencarian gas oleh Mobil Oil yang dikoordinasi Pertamina Unit I dikonsentrasikan di Gampong Arun, Kecamatan Syamtalira, Aceh Utara, yang namanya kelak digunakan sebagai nama perusahaan gas alam ini.
Tanggal 24 Oktober 1971, gas alam yang terkandung di bawah ladang gas Arun ditemukan dengan perkiraan cadangan mencapai 17,1 trilyun kaki kubik. Pada tahun 1972 ditemukan sumber gas alam lepas pantai di ladang North Sumatra Offshore (NSO) yang terletak di Selat Malaka pada jarak sekitar 107,6 km dari kilang PT Arun di Blang Lancang.
Pada 1998 dilakukan pembangunan proyek NSO A yang diliputi unit pengolahan gas untuk fasilitas lepas pantai (offshore) dan di PT Arun. Fasilitas ini dibangun untuk mengolah 450 MMSCFD gas alam dari lepas pantai sebagai tambahan bahan baku gas alam dari ladang arun di Lhoksukon yang semakin berkurang.
Tanggal 16 Maret 1974, PT Arun didirikan sebagai perusahaan operator. Perusahaan ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 19 September 1978 setelah berhasil mengekspor kondensat pertama ke Jepang (14 Oktober 1977).
Pada tahun 1990-an, kilang Arun merupakan salah satu perusahaan penghasil LNG terbesar di dunia. PT Arun merupakan anak perusahaan Pertamina, di Lhokseumawe, Aceh Utara (sekarang kotamadya). Perusahaan ini memiliki 6 unit pengolahan, namun saat ini hanya 2 unit yang beroperasi dikarenakan menipisnya cadangan gas alam di sana. PT Arun merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi kota Lhokseumawe dan Indonesia.
Pengalihan
Pertamina, pada 01 Oktober 2015 telah dialih operasi LNG Condy dan SRU Plant serta sekaligus mengalih operasi kilang Arun secara keseluruhan dari PT Arun NGL ke dalam operasional PT Perta Arun Gas. Tentang peralihan ini boleh dibaca lengkap di pertamina.com Peralihan Operasi PT Arun NGL Menjadi PT Perta Arun Gas.
Masyarakat
Walaupun begitu, keadaan ekonomi masyarakat di sekitar PT Arun di belasan gampong sekitarnya, sama seperti di wilayah lain di Aceh. Sebagian besar masyarakat di sekitar itu miskin, sebagian lagi sederhana karena usaha sendiri, sebagian kecil memadai karena usaha sendiri.
Dan, ada juga beberapa orang dapat disebut pada tingkatan ekonomi berada dengan standar sekitar itu karena bekerja atau menjadi kontraktor barang di PT Arun. Foto-foto di atas direkam oleh Lodins LA, pada 17 Juni 2017.[]




