LHOKSEUMAWE – Stan Gampong Paya Punteuet, Kecamatan Muara Dua, dikerumuni pengunjung Pameran Gampong se-Kota Lhokseumawe, di Lapangan Hiraq, Rabu, 23 Agustus 2017, malam. Pasalnya, Stan Paya Punteuet menampilkan sejumlah kesenian tradisional Aceh.
Mulanya, dipentaskan kesenian seurene kale, tarian ranup lampuan, dilanjutkan dike poh kipah yang dimainkan para remaja Paya Punteuet. Pengunjung terlihat masih ramai di depan Stan Paya Punteuet hingga pukul 22.00 WIB.
Di depan Stan Paya Punteut juga dipajang replika unta yang juga menjadi daya tarik bagi pengunjung pameran gampong tersebut. Banyak warga mulai anak-anak hingga orang tua tampak ber-selfie dekat replika unta itu. “Replika unta itu saya buat dengan menggunakan bambu dan besi behel untuk rangka, sedangkan bagian badannya serbuk kayu memakai lem kayu,” ujar Bang Pon, warga Paya Punteuet pemilik replika unta tersebut, dihubungi, Kamis, 24 Agustus 2017.
Dalam ruangan stan ada miniatur Masjid Islamic Center Lhokseumawe karya Bang Pon. Stan Paya Punteuet juga memamerkan hasil kerajinan tangan bergambar “Pinto Aceh” untuk cenderamata karya Bang Man BL. Ada pula kue khas Aceh seperti meuseukat, dodoi, halua, keukarah buatan ibu-ibu Paya Punteuet. “Madu asli juga ada,” ujar seorang perempuan penjaga stan itu.
Selain itu, Stan Paya Punteuet memamerkan peralatan dapur tradisional Aceh seperti ulok-ulok, cupre, leusong dan alee, reungkan, geuleungku, aweuk, nyeh pisang, jeu'e, termasuk panyot ceulot, dan berbagai jenis produk lainnya hasil karya warga gampong tersebut.
“Sejak Pameran Gampong dibuka kemarin (Rabu), cukup banyak pengunjung yang masuk ke stan kita. Kemarin juga datang Pak Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Pak Wali Kota Lhokseumawe Suaidi yahya dan para pejabat lainnya,” ujar Maulina, istri Geuchik Paya Punteuet Zulfikar, didampingi penjaga stan, Bunda Fatimah Sani.[](idg)


