LHOKSEUMAWE – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Teungku Muslim At-thahiri, berharap Pemerintah Aceh memprioritaskan sistem pendidikan dayah atau pesantren.

“Diharapkan kepada Pemerintah Aceh untuk berlaku adil antara dayah dan sekolah, karena dayah tak kalah penting untuk membangun Aceh yang bermartabat,” kata Teungku Muslim kepada portalsatu.com, melalui pesan singkat, Rabu, 6 April 2016.

Muslim menjelaskan, untuk  membangun Aceh bukan cuma butuh orang cerdas tapi butuh orang jujur yang berlandaskan keimanan. Karena itu ia meminta pemerintah agar tidak menganaktirikan dayah, yang terkesan berada di urutan ke-20 dalam daftar prioritas pemerintah.

“Kita lihat buktinya sekarang, honor guru dayah yang berbakti tiap hari tiap malam untuk mencerdaskan anak bangsa jauh tertinggal dari  honor guru TK dan SD yang cuma berapa jam ngajar dalam seminggu, dan begitu pula dalam bantuan fisik jauh tertinggal dayah dari sekolah. Maka janganlah cuma memandang dayah sinis bila ada dayah mencari sumbangan, tapi ini smua karena pemerintah tutup mata,” kata pimpinan Dayah Darul Mujahidin, Blang Mangat, Lhokseumawe itu.

FPI juga mengajak pihak kepolisian untuk terus membantu penerapan syariat Islam di Aceh, termasuk membongkar segala tempat yang melanggar syariat Islam di bumi Serambi Mekah.  “Jangan sampai di kala kejadian seperti di Rancong, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe beberapa hari  ini saling tuduh sana tuduh sini, curiga sana curiga sini,  tapi semua itu serahkan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Muslim juga mendesak Wali Kota Lhoksemawe dan secara umum pemerintah kabupaten kota lainnya agar jangan membiarkan tempat maksiat terbuka bebas. “Kami mengajak masyarakat Aceh untuk  membaca waqulja di setiap masjid, meunasah, dan dayah agar Allah ta’ala segera mengirim tentaranya untuk menyerang musuh-musuhnya,” kata Muslim.[](ihn)