ACEH BESAR – Rangkaian Lomba Baca Kitab Kuning se-Aceh Besar yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh dalam rangka menyambut Hari Santri, di Dayah Latansa Zikrallah Al Amiriyah, Montasik, Aceh Besar, resmi ditutup pada hari 23 Oktober 2025 / 1 Jumadil Awal 1447 H. Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari, 22-23 Oktober, ini sukses melahirkan santri-santri terbaik di cabang Fiqh, Tafsir, dan Akhlak, dengan total hadiah mencapai jutaan rupiah bagi setiap pemenang.
Acara penutupan diawali dengan pembukaan oleh MC Teuku Muhammad Aidil, diikuti dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Badar yang dibawakan oleh Syekh Muhammad Alief Alfatih.
Abati Muhammad Jazuli, Pimpinan Dayah Latansa Zikrallah Al Amiriyah, dalam sepatah kata dan membaca doa, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme santri dalam mengkaji turats ulama.
Momen puncak adalah Pembacaan Keputusan Dewan Hakim oleh Koordinator Dewan Hakim, Tgk Marbawi Yusuf, S.Hi. Pembacaan ini mengumumkan para juara yang menunjukkan penguasaan mendalam terhadap teks-teks klasik.
Daftar Pemenang Lomba Baca Kitab Kuning se-Aceh Besar 2025:
Bidang Tafsir: Juara I diraih oleh Dina Fitriyani, diikuti oleh Gibral Munawar Reza (Juara II) dan Hafish Atha Ramadhan (Juara III). Pemenang harapan adalah M. Febri Wahyudi (Harapan I), Atha Al Zaki (Harapan II), dan Siti Faiza Hamida (Harapan III).
Bidang/
Fiqh: Juara I berhasil direbut oleh Leny Faradis, disusul Muhammad Sahib ul Abrar (Juara II) dan Muhammad Zarkasyi (Juara III). Juara harapan di bidang ini adalah Rajaul Muhtaram (Harapan I), Muhammad Furqan Rafi (Harapan II), dan Maysarah (Harapan III).
Bidang Akhlak: Leny Faradis kembali menunjukkan keunggulannya dengan meraih Juara I, mengungguli Putri Aisyah (Juara II) dan Cut Rizkina Potallahbi (Juara III). Sementara itu, juara harapan bidang Akhlak adalah Mukhlis Shiddiq (Harapan I), Muhammad Zaki Addyan (Harapan II), dan Syifa Aniz Zakiya (Harapan III).
Anggota DPR Aceh, Eddi Shadiqin, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi, “Para santri ini adalah aset terbesar Aceh. Keberanian mereka berkompetisi dan penguasaan kitab kuning membuktikan semangat ‘Merawat Marwah Aceh’ melalui jalur ilmu,” Eddi.
Acara ditutup secara resmi oleh Plh Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Bapak Andriansyah, S.Ag., MH. Dia memuji kualitas kompetisi dan menekankan LBKK adalah refleksi nyata peran santri dalam membangun peradaban.
“Selamat kepada Dina Fitriyani dan Leny Faradis yang berhasil meraih Juara I, serta seluruh santri yang berprestasi. Kalian adalah pahlawan ilmu di Hari Santri. Hadiah jutaan rupiah ini adalah wujud apresiasi pemerintah atas kerja keras kalian dalam ‘Menggali Turats’. Teruslah belajar, karena masa depan Aceh ada di tangan para ahli kitab,” tutup Andriansyah.
Acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah dan diakhiri dengan foto bersama yang melibatkan seluruh tokoh dan santri pemenang.[]






