TAPAKTUAN – Gampong Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan dikepung banjir pada Rabu, 4 Januari 2017 siang hingga malam akibat meluapnya sungai dimaksud pasca wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak Rabu pagi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir setinggi 1 meter lebih tersebut. Hanya saja dampak dari meluapnya air sungai tersebut selain merendam puluhan rumah penduduk juga merendam ratusan hektar lahan pertanian milik warga seperti Sawit dan Jagung.

“Luapan banjir setinggi 1 meter lebih mulai merendam rumah penduduk dan lahan pertanian warga setempat pada Rabu pagi sekitar pukul 11.00 WIB pasca wilayah itu diguyur hujan lebat,” kata Camat Trumon Timur, T Masrizar yang dihubungi dari Tapaktuan, Kamis, 5 Januari 2017.

Ratusan warga yang sebelumnya sempat mengungsi dengan membawa serta barang-barang rumah tangga dan pakaian ke rumah-rumah penduduk lainnya termasuk fasilitas umum seperti rumah sekolah dan masjid yang aman dari terjangan banjir, pada Kamis pagi sudah mulai kembali ke tempat tinggalnya masing-masing karena air secara berangsur-angsur sudah mulai surut.

“Sebenarnya, seiring telah redanya curah hujan pada Rabu malam tepat sekitar pukul 24.00 WIB air setinggi 1 meter lebih yang sebelumnya merendam rumah warga telah mulai surut. Sehingga pada malam itu, sebagian warga ada yang langsung kembali ke rumahnya,” ujar T Masrizar.

Seluruh warga yang telah kembali ke rumahnya masing-masing pada Kamis pagi, lanjut Masrizar, mulai membersihkan rumahnya yang tertimbun lumpur dibawa banjir sembari mengangkut kembali barang-barang yang sebelumnya diamankan ke tempat yang aman tidak diterjang banjir.

Banjir yang merendam puluhan rumah penduduk di Desa Kapa Sesak yang merupakan desa perbatasan antara Kabupaten Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam tersebut, kata Masrizar, merupakan banjir yang saban tahun selalu terjadi setiap kali sungai di desa setempat meluap akibat curah hujan yang tinggi.

“Gampong tersebut memang langganan banjir selama ini setiap kali meluapnya sungai desa setempat. Sehingga kejadian seperti itu sudah terbiasa bagi masyarakat setempat. Untuk mengatasi hal serupa tidak terulang setiap tahun, masyarakat meminta kepada Pemkab Aceh Selatan dan Pemerintah Aceh segera membangun tanggul disepanjang bantaran sungai sehingga ketika air sungai meluap tidak meluber ke perkampungan penduduk,” pintanya.

Disamping itu, sambung Masrizar, sebagai langkah antisifasi banjir pihaknya juga telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat di sejumlah desa lainnya dalam Kecamatan Trumon Timur agar waspada datangnya banjir kiriman dari Sungai Gelombang, Kecamatan Sultan Daulat, Pemko Subulussalam.

“Langkah ini kami lakukan mengingat kondisi sekarang ini wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil juga sedang dilanda banjir. Sebab biasanya jika sungai Gelombang meluap maka imbasnya juga terjadi ke beberapa desa dalam Kecamatan Trumon Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan Erwiandi mengatakan pasca wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak Rabu (4/1) pagi, telah mengakibatkan sebanyak tujuh kecamatan dilanda banjir luapan.

Ketujuh kecamatan tersebut adalah Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Timur, Kluet Selatan, Kota Bahagia, Trumon dan Trumon Timur. Menurutnya, banjir yang terjadi kali ini rata-rata disebabkan karena meluapnya air sungai akibat tingginya intensitas curah hujan sehingga luapan sungai tersebut merendam rumah penduduk dan lahan pertanian di sejumlah desa dalam tujuh kecamatan dimaksud.

“Banjir kali ini tidak tergolong parah karena hanya merendam rumah penduduk dan lahan pertanian. Sementara untuk korban jiwa dan rusaknya rumah penduduk sejauh ini belum ada. Pada Kamis pagi kami bersama Bapak Sekda H Nasjuddin telah turun meninjau lokasi banjir sembari membawa bantuan masa panik untuk disalurkan dititik – titik musibah banjir tersebut,” tandas Erwiandi.[]

Laporan Hendrik