BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sudah menyalurkan beras kepada masyarakat korban banjir, termasuk yang masih terisolir. Jumlahnya mencapai 75.867 Kg (75 ton lebih) yang disalurkan dalam 13 hari terakhir.

Kepala Dinas Sosial Gayo Lues, Jasiwamaytense, Senin, 8 Desember 2025, mengatakan selama ini pembagian beras untuk korban banjir dan warga yang terisolir, ada yang diantar langsung, dan ada juga yang dijemput warga.

Data penyaluran hingga Minggu (7/12), kata Kadisos Gayo Lues, bantuan beras untuk warga Kecamatan Blangkejeren korban banjir, pengungsi dan terisolir sudah mencapai 7.006 Kg, untuk warga Kecamatan Dabun Gelang 9.583 Kg, Kecamatan Blangpegayon 150 Kg, Putri Betung 9.380 Kg.

Untuk Kecamatan Pining 12.918 Kg beras, Rikit Gaib 10.767 Kg, Pantan Cuaca 11.213 Kg, Tripe Jaya 13.355 Kg, Teragun 817 Kg, Blangjerango 315 Kg, dan Kutapanjang 305 Kg beras.

“Selain beras, berbagai bantuan lainnya juga sudah disalurkan ke masing-masing korban banjir dan tanah longsor,” katanya.

Ke depan, kata Kadisos, segala jenis bantuan akan dikirimkan ke kantor Camat masing-masing. Kemudian dijemput para Kepala Desa untuk disalurkan kepada masing-masing warganya atau dimasak di dapur umum.

“Ini salah satu cara agar bantuan sampai ke penerimanya, jangan sampai ada yang bilang bahwa bantuan belum sampai,” ujarnya.

Sebelumnya, ada kejadian yang memilukan di Kabupaten Gayo Lues, orang-orang yang menjemput beras ke posko atau ke tengah jalan tidak membagi rata ke warga yang terisolir, sehingga ada korban dan terdampak tidak menerima bantuan tersebut.[]