BLANGKEJEREN – Banyak desa di Gayo Lues masih terisolir akibat banjir dan tanah longsor hingga Senin, 8 Desember 2025, atau 14 hari pascabencana alam tersebut.

Informasi diperoleh di Posko Tanggap Darurat Bencana Gayo Lues, Sabtu (8/12), akses jalan yang sudah bisa dilintasi kendaraan menuju keluar daerah hanya Jalan Gayo Lues-Abdya.

Sementara jalan lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara yang terputus total masih dalam pengerjaan pihak terkait. Begitu juga jalur Gayo Lues-Aceh Timur dan jalan lintas Gayo Lues-Aceh Tengah, masih putus total dan dalam pengerjaan.

Di jalur lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara, Aceh Tengah dan Aceh Timur, selain banyak titik badan jalan longsor, ada juga badan jalan yang amblas, dan ada jembatan putus total.

Tercatat, desa-desa yang masih terkurung di antaranya Desa Ise-Ise Kecamatan Pantan Cuaca, sebagian besar desa di Kecamatan Pining, sebagian besar desa di Kecamatan Putri Betung, dan sebagian desa di Kecamatan Tripe Jaya.

Sementara kebanyakan desa lainnya sudah bisa diakses dengan jalur yang ekstrem. Saat ini, warga yang terdampak sangat menjerit karena harga pangan naik, harga BBM selangit di agen pegecer, jaringan internet masih terputus, dan pengangguran meningkat drastis.[]